Chief Digital Officer telah ada sejak lama. Ini bukan hal baru, tapi yang dituntut dari mereka adalah hal baru. Kini sudah tidak ada lagi tanggung jawab untuk memperkenalkan kemampuan digital dasar dan mungkin merintis beberapa inisiatif. Chief Digital Officer kini bertugas mengoordinasikan dan mengelola perubahan komprehensif yang menangani segala hal mulai dari memperbarui cara kerja perusahaan hingga membangun bisnis yang benar-benar baru.
1. Chief Digital Officer harus menjadikan digital sebagai komponen pertumbuhan yang strategis
Hari-hari yang melihat digital hanya sebagai renungan atau langsung sudah berlalu. Chief Digital Officer perlu memastikan bahwa digital merupakan komponen strategis pertumbuhan dan bukan hanya inisiatif yang terisolasi. Ini berarti melihat bagaimana seluruh perusahaan beroperasi dan melakukan perubahan jika diperlukan.
Hal ini juga berarti mengidentifikasi area mana yang siap menghadapi gangguan dan memanfaatkan peluang digital.
Ini tidak berarti bahwa CDO harus fokus hanya pada dunia online. Faktanya, semakin banyak Chief Digital Officer yang bertanggung jawab atas pengalaman dan keterlibatan pelanggan di seluruh saluran – baik online maupun offline. Terlepas dari fokusnya, CDO harus memiliki visi yang jelas tentang bagaimana digital dapat masuk ke dalam keseluruhan strategi perusahaan untuk mengoordinasikan operasinya.
2. Luangkan waktu untuk mempelajari tentang klien Anda dan mengabdikan diri Anda pada kebutuhan mereka
Chief Digital Officer tidak hanya bertanggung jawab menerapkan teknologi baru namun juga mengawasi bagaimana teknologi tersebut digunakan. Artinya, Chief Digital Officer harus selalu mengetahui alat apa saja yang digunakan karyawan dan alasannya.
Dengan informasi ini, Chief Digital Officer harus mengabdikan diri pada basis pelanggan mereka – baik internal maupun eksternal.
Artinya, Chief Digital Officer perlu menciptakan hubungan yang kuat dengan orang-orang yang mereka layani – baik pelanggan maupun karyawan. Dengan memahami kebutuhan mereka, Chief Digital Officer dapat memastikan bahwa teknologi baru diterapkan dengan cara yang bermanfaat bagi semua orang yang terlibat. Hal ini juga membantu Chief Digital Officer mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan produktivitas secara keseluruhan dengan menyederhanakan proses internal atau meningkatkan interaksi eksternal.
CDO juga harus bersedia mengajukan pertanyaan tentang mengapa alat tertentu digunakan – meskipun Chief Executive Officer sudah puas dengan pengaturan yang ada. Terkadang karyawan dapat meningkatkan hasil dan menjadi lebih produktif dengan beralih dari satu alat atau platform ke platform lainnya, namun mereka tidak menyadari seberapa baik situasi mereka.
Merupakan tanggung jawab CDO untuk terus mengikuti perubahan ini dan memastikan bahwa tim mereka menggunakan alat terbaik untuk pengalaman pelanggan. Bagian terpentingnya adalah personalisasi. Chief Digital Officer harus mengetahui apa yang diinginkan dan dibutuhkan pelanggan mereka sebelum mereka berpikir untuk menerapkan teknologi baru.
3. Ciptakan budaya yang tangkas dan bergerak cepat serta berfokus pada data
Chief Digital Officer perlu menciptakan budaya yang memungkinkan karyawannya bekerja dengan cerdas dan efisien. Ini berarti mengubah cara berpikir mereka tentang data dan menerapkan proses baru untuk mengumpulkannya.
Mengambil langkah-langkah seperti mendorong interaksi yang lebih personal berdasarkan data dapat membantu para eksekutif digital dalam meningkatkan interaksi di setiap saluran, baik online maupun offline.
Hal ini juga termasuk membantu karyawan memahami pentingnya pengumpulan dan analisis data. Tanpa pemahaman yang tepat, CDO tidak akan pernah memanfaatkan informasi mereka dengan baik atau menciptakan budaya yang mendorong hal tersebut.
Dalam bentuk pengembangan dan perubahan yang tangkas, kecepatan juga merupakan hal yang sangat penting. Hal ini mencakup iterasi cepat dan modifikasi berorientasi nilai pada produk dan layanan. Chief Digital Officer harus membantu membangun kualitas ini ke dalam tim mereka agar dapat bereaksi dengan cepat terhadap perubahan pasar dan menyediakan produk yang kompetitif.
Penting juga untuk memastikan semua orang menggunakan data secara efektif. Ini berarti meninjau secara berkala cara karyawan mengumpulkan, menganalisis, dan bertindak berdasarkan data. Dengan memantau metrik kinerja seperti tingkat konversi penjualan, churn, skor NPS, dan nilai umur pelanggan, Anda dapat memahami seberapa baik tim menggunakan data untuk meningkatkan operasi mereka. Ketangkasan berbasis data menjamin bahwa wawasan tersebut dengan cepat dimasukkan ke dalam peta jalan pengembangan produk dan layanan.
4. Inovasi terbuka dan jaringan dengan konsultan, startup, dan mitra berbasis teknologi
Di dunia digital saat ini, ancaman datang dari teknologi inovatif yang memberdayakan bisnis baru, startup yang melemahkan model bisnis yang sudah ada. CDO yang berhasil menyadari perkembangan ini. Di luar bisnisnya, mereka membentuk jaringan orang, teknologi, dan ide yang terus memperbarui lanskap mereka untuk calon akuisisi atau mitra yang dapat memberikan nilai.
CDO harus berpikiran terbuka terhadap teknologi baru dan disruptif. Mereka harus secara aktif mencari tren terkini dan bekerja sama dengan perusahaan rintisan dan perusahaan teknologi mapan untuk mengidentifikasi area kolaborasi yang potensial. Hal ini mencakup kesediaan untuk bereksperimen dengan berbagai teknologi guna menemukan cara terbaik untuk mengintegrasikannya ke dalam operasi perusahaan mereka.
5. Chief Digital Officer harus membangun budaya “tugas pengiriman”.
CDO pada akhirnya dinilai bukan berdasarkan kualitas idenya, namun berdasarkan kemampuannya memimpin berbagai tim, mengarahkan proyek, mengatasi hambatan, dan memberikan perubahan yang terintegrasi. Mereka perlu memupuk budaya yang menghargai tugas pengiriman dibandingkan menyempurnakannya.
Ini berarti menciptakan lingkungan yang aman bagi karyawan untuk melakukan kesalahan dan bereksperimen dengan ide-ide baru. Mendorong perilaku seperti ini akan membantu tim bergerak lebih cepat dan menjadi lebih inovatif. Hal ini juga memungkinkan CDO untuk fokus pada gambaran besarnya tanpa terpaku pada detail.
Penting juga bagi CDO untuk menyelesaikan setiap proyek sesegera mungkin, terlepas dari ukuran atau cakupannya. Hal ini berarti tetap mendapat informasi tentang setiap tugas dan memastikan bahwa proyek-proyek kecil diselesaikan tepat waktu, sehingga mencegah inisiatif yang lebih signifikan untuk dilanjutkan.
Chief Digital Officer yang cerdas akan menerapkan pelaporan dan dashboarding secara kreatif. Tujuannya bukan untuk mengawasi dan mengecek ulang setiap kegiatan; sebaliknya, mereka bekerja sama sebagai sebuah tim untuk menganalisis data dan mengidentifikasi inefisiensi, pemborosan, dan kelemahan melalui dasbor cerdas.
Kesimpulan
Chief Digital Officer dengan cepat menjadi salah satu peran paling penting dalam sebuah perusahaan. Mereka bertanggung jawab untuk mengoordinasikan dan mengelola perubahan komprehensif yang menangani segala hal mulai dari memperbarui cara kerja perusahaan hingga membangun bisnis yang benar-benar baru. Agar sukses, mereka perlu memiliki berbagai keterampilan, termasuk kemampuan menggunakan data secara efektif, menerima perubahan dengan cepat, dan membangun jaringan dengan perusahaan lain.
Dalam waktu dekat, Chief Digital Officer diharapkan dapat menerapkan robot dan algoritme cerdas yang dapat melakukan tugas-tugas kompleks serta memprediksi pertumbuhan dan tantangan perusahaan.
Mereka juga perlu mengembangkan perangkat lunak pembelajaran mesin canggih yang mampu mengambil keputusan sendiri dan mendeteksi jika ada sesuatu yang salah dalam suatu proses atau sistem.
Chief Digital Officer masa depan harus menjadi inovator ulung, futuris, dan agen perubahan.
Artikel 5 bidang manakah yang harus dikuasai dengan benar oleh Chief Digital Officer untuk mengubah bisnis luar dalam? berasal dari website Arek Skuza.