Pemerintah Indonesia telah menetapkan target untuk menyelesaikan sekitar 6.900 jembatan di daerah terpencil dan kurang terlayani pada tahun 2026, sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk meningkatkan konektivitas dasar dan akses publik secara nasional. Program ini memprioritaskan masyarakat pedesaan dan terpencil di mana penyeberangan sungai masih menjadi hambatan utama bagi mobilitas dan akses terhadap layanan penting.
Target tersebut diutarakan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi usai retret kabinet yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Menurut Prasetyo, pembangunan jembatan mendapat perhatian besar dari presiden karena dampak langsungnya terhadap kehidupan sehari-hari, termasuk memungkinkan anak-anak bepergian dengan aman ke sekolah dan meningkatkan akses ke pasar, layanan kesehatan, dan layanan publik.
Hingga saat ini, 11 jembatan gantung telah selesai dibangun, sedangkan 50 jembatan lainnya masih dalam tahap pembangunan. Pemerintah berencana untuk terus mempercepat pengiriman hingga tahun 2026 untuk menutup kesenjangan konektivitas yang ada, khususnya di daerah terpencil dengan medan yang menantang dan infrastruktur transportasi yang terbatas.
Para pejabat mengatakan program jembatan ini merupakan bagian dari agenda infrastruktur pedesaan Indonesia yang lebih luas, yang bertujuan untuk memperkuat inklusi sosial, mendukung kegiatan ekonomi lokal, dan mengurangi kesenjangan regional dengan memastikan akses yang lebih aman dan dapat diandalkan melintasi sungai dan bentang alam yang sulit dijangkau.
Pos Indonesia menargetkan penyelesaian 6.900 jembatan di daerah terpencil pada tahun 2026 muncul pertama pada Infrastruktur Asia Tenggara.