789BNi
Aplikasi Game Terbesar di Indonesia
DOWNLOAD APP

Baggio: 3 Italia tersingkir di Piala Dunia ‘tidak mudah dicerna’

Baggio: 3 Italia tersingkir di Piala Dunia ‘tidak mudah dicerna’



Legenda Italia Roberto Baggio masih menanggung ‘beban’ karena gagal mengeksekusi tendangan penalti yang menentukan melawan Brasil di Final Piala Dunia 1994: ‘Saya kalah di tiga Piala Dunia melalui adu penalti, tidak mudah untuk dicerna.’

Legenda Italia Baggio mengatakan kegagalannya dalam tendangan penalti di Final Piala Dunia 1994 adalah “kepahitan terbesar dalam karier sepak bola saya.”

Baggio ‘memimpikan’ Final Piala Dunia melawan Brasil

“Saya tumbuh dengan impian untuk tampil di Final Piala Dunia melawan Brasil. Saya tidak memiliki ingatan yang jelas mengapa tujuan ini selalu melekat pada saya sejak saya masih sangat muda, sepanjang hidup saya,” kata Baggio kepada Forbes Italia melalui Gazzetta.

“Saya selalu menganggap diri saya sebagai orang biasa. Sama seperti orang lain. Saya tidak pernah menganggap diri saya istimewa. Saya hanya memiliki hasrat yang tak terkendali terhadap sepak bola. Gairah yang menggerakkan sesuatu dalam diri Anda dari pagi hingga malam. Saya tidur dengan bola.

Mantan pemain sepak bola Italia Roberto Baggio (kanan) dan mantan pemain sepak bola Italia kelahiran Argentina, David Trezeguet (kiri) memberi isyarat sebelum dimulainya pertandingan final Piala Dunia U-20 Argentina 2023 antara Uruguay dan Italia di Estadio Unico Stadion Diego Armando Maradona di La Plata, Argentina, pada 11 Juni 2023. (Foto oleh Alejandro PAGNI / AFP) (Foto oleh ALEJANDRO PAGNI/AFP via Getty Gambar)
Mantan pemain sepak bola Italia Roberto Baggio (kanan) dan mantan pemain sepak bola Italia kelahiran Argentina, David Trezeguet (kiri) memberi isyarat sebelum dimulainya pertandingan final Piala Dunia U-20 Argentina 2023 antara Uruguay dan Italia di Estadio Unico Stadion Diego Armando Maradona di La Plata, Argentina, pada 11 Juni 2023. (Foto oleh Alejandro PAGNI / AFP) (Foto oleh ALEJANDRO PAGNI/AFP via Getty Gambar)

“Saya akan menyerahkan segalanya untuk memenangkan Piala Dunia itu. Saya mewakili Italia. Itu adalah tujuan yang selalu saya kejar. Pikiran terakhir sebelum tidur adalah bagaimana memenangkan Piala Dunia itu. Mungkin dengan mencetak gol tendangan sepeda.

“Kemudian hal itu terjadi dengan cara yang tidak pernah saya bayangkan, dan saya tidak akan pernah bisa melupakannya. Hanya selangkah lagi dari garis finis. Kepahitan terbesar dalam karier sepak bola saya, sebuah tragedi pribadi yang luar biasa, saya masih memikul beban itu dalam diri saya.”

FLORENCE, ITALIA - 03 JUNI: Roberto Baggio, teman Pep Guardiola, terlihat saat konferensi pers di Centro Tecnico Federale di Coverciano pada 03 Juni 2024 di Florence, Italia. (Foto oleh Claudio Villa/Getty Images)
FLORENCE, ITALIA – 03 JUNI: Roberto Baggio menyaksikan konferensi pers di Centro Tecnico Federale di Coverciano pada 03 Juni 2024 di Florence, Italia. (Foto oleh Claudio Villa/Getty Images)

Baggio mengambil bagian dalam tiga Piala Dunia. Azzurri menduduki tempat ketiga pada tahun 1990, naib juara pada tahun 1994 dan tersingkir di suku akhir oleh pemenang akhirnya Perancis pada tahun 1998.

“Saya bermain di tiga Piala Dunia, di Italia [1990]kami finis ketiga, memenangkan enam pertandingan dan seri satu kali. Saya kalah di tiga Piala Dunia lewat adu penalti, tidak mudah dicerna,” tutupnya.




Previous Article

Ilmuwan Mencoba Mendobrak Aturan Kecepatan Cahaya Einstein - Slashdot

Next Article

Atap Gudang BBI Maros Terbongkar Diterjang Puting Beliung - Online24jam

Write a Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to our Newsletter

Subscribe to our email newsletter to get the latest posts delivered right to your email.
Pure inspiration, zero spam ✨