Grab telah memulai uji coba publik atas layanan antar-jemput otonom di Singapura, yang menandai langkah signifikan dalam upaya perusahaan menuju mobilitas tanpa pengemudi. Bekerja sama dengan WeRide, program percontohan diluncurkan di Punggol pada 12 Januari 2026, awalnya menawarkan tumpangan kepada warga, penasihat akar rumput, dan media yang diundang. Layanan ini beroperasi sepanjang rute tetap 10 km yang menghubungkan kawasan pemukiman seperti Matilda Court dan Punggol Clover dengan pusat komersial termasuk Punggol Plaza dan Oasis Terraces.
Otoritas Transportasi Darat (LTA) mengatakan angkutan otonom telah menyelesaikan lebih dari 10.000 km operasi tanpa pengemudi tanpa insiden, memberikan kepercayaan diri ketika Singapura terus menguji kendaraan otonom untuk penggunaan sehari-hari. Pada fase saat ini, layanan ini berfungsi seperti layanan antar-jemput terjadwal dengan perhentian yang ditentukan, memungkinkan regulator dan operator memantau secara ketat keselamatan, keandalan, dan penerimaan pengguna.
Di seberang perbatasan, Malaysia bergerak lebih hati-hati. Meskipun Malaysia telah melaksanakan proyek percontohan seperti uji coba Autonomous Rapid Transit di Putrajaya, peraturan saat ini hanya mengizinkan pengujian kendaraan otonom Level 3, yang memerlukan petugas keselamatan dan sistem penggantian manual.
Postingan Grab menguji layanan antar-jemput tanpa pengemudi di Singapura muncul pertama kali di Infrastruktur Asia Tenggara.