Bus-bus Amerika di kota-kota seperti New York dan San Francisco melaju dengan kecepatan sekitar delapan mil per jam — hampir tidak lebih cepat daripada jalan cepat — dan satu solusi sederhana yang mengejutkan dapat menjadikan bus lebih cepat tanpa memerlukan infrastruktur baru atau perubahan kebijakan yang kontroversial. Masalahnya, menurut analisis Works in Progress, adalah halte bus di Amerika letaknya terlalu berdekatan. Jarak rata-rata di kota-kota Amerika kira-kira 313 meter, sekitar lima perhentian per mil, sementara kota-kota tua seperti Philadelphia, Chicago dan San Francisco memiliki jumlah perhentian yang lebih ketat, yaitu masing-masing 214, 223 dan 248 meter. Kota-kota di Eropa biasanya berhenti pada jarak 300 hingga 450 meter. Setiap perhentian memerlukan waktu: penumpang naik dan turun, akselerasi dan perlambatan, bus berlutut meminta kursi roda, melewatkan siklus lampu lalu lintas. Bus menghabiskan sekitar 20% waktu operasionalnya hanya untuk berhenti dan berangkat, dan karena tenaga kerja menyumbang sebagian besar biaya operasional transit, bus yang lebih lambat berarti biaya yang lebih tinggi. Kota-kota yang telah mencoba mengatur jarak pemberhentian lebih jauh telah melihat hasilnya. San Francisco mencatat peningkatan kecepatan perjalanan sebesar 4,4 hingga 14% dengan mengurangi dari enam perhentian per mil menjadi dua setengah perhentian. Proyek percontohan di Vancouver menghilangkan seperempat pemberhentian dan memangkas waktu perjalanan rata-rata sebanyak lima menit sekaligus menghemat sekitar $500.000 per tahun untuk satu rute. Sebuah studi McGill menemukan bahwa konsolidasi penghentian yang substansial sekalipun mengurangi cakupan sistem secara keseluruhan hanya sebesar 1%.
Baca lebih lanjut cerita ini di Slashdot.