
Jika URL yang sama muncul di Ikhtisar AI Google dan 10 tautan biru klasik, Google Search Console menghitungnya sebagai satu tayangan, bukan dua.
Klarifikasi itu datang langsung dari John Mueller dari Google.
Latar belakang. Mark Williams-Cook, direktur agensi SEO Candor dan pendiri AlsoAsked, membagikannya secara publik di LinkedIn setelah diskusi yang dipicu oleh Jamie Indigo. Pertanyaan ini muncul saat SEO mencoba memahami bagaimana Ikhtisar AI memengaruhi metrik visibilitas ketika sebuah halaman muncul beberapa kali di halaman hasil yang sama.
- Williams-Cook awalnya berasumsi bahwa URL tersebut mungkin menghasilkan dua tayangan. Asumsi tersebut didasarkan pada bagaimana fitur SERP lama, seperti kotak tweet, dihitung secara historis.
- Menguji skenario tersebut akan sulit, namun Mueller akhirnya mengonfirmasi bahwa Search Console menggabungkan tampilan tersebut.
Apa yang terjadi. Google memperlakukan Ikhtisar AI sebagai satu posisi dalam hasil pencarian. Semua tautan dalam Ikhtisar tersebut memiliki posisi yang sama, dan aturan tayangan standar berlaku.
- Saat URL muncul lebih dari sekali dalam pengalaman penelusuran yang sama — baik di dalam Ikhtisar AI atau dalam listingan organik tradisional — Search Console tidak menghitung kemunculan tersebut sebagai tayangan terpisah untuk kueri yang sama.
Mengapa hal ini terjadi. Google mendefinisikan tayangan sebagai pengguna yang melihat, atau berpotensi melihat, link di kumpulan hasil saat ini.
- Beberapa kemunculan URL yang sama pada satu laman hasil digabungkan, bukan dihitung satu per satu.
- Pendekatan ini konsisten dengan cara Google menangani tayangan untuk fitur SERP lainnya, seperti panel pengetahuan.
- Menggulir ke belakang dan ke belakang, atau menemukan URL yang sama di beberapa elemen pada laman, tidak menghasilkan tayangan tambahan.
Mengapa kami peduli. Banyak SEO yang kesulitan menafsirkan kinerja di era pencarian berbasis AI ini. Perlu diketahui bahwa muncul di Ikhtisar AI dan listingan tradisional tidak akan meningkatkan jumlah tayangan. Meski begitu, muncul di Ikhtisar AI dan sebagai tautan biru di SERP yang sama tetap penting. Ini meningkatkan visibilitas merek dan memperkuat otoritas dan kredibilitas di mata pengguna Google.