Para peneliti di Flatiron Institute, sebuah lembaga penelitian ilmiah yang berbasis di New York, dan Polymathic AI, yang mengembangkan model AI untuk penelitian ilmiah, telah membangun dua model dasar berbasis fisika. Sama seperti model bahasa besar yang mempelajari struktur statistik dalam bahasa dengan memprediksi kata-kata yang hilang dari teks, model ini mempelajari struktur matematika sistem fisik dengan merekonstruksi pengukuran ilmiah yang hilang atau kabur. Salah satu model, AION-1, berfokus pada astronomi dan belajar dari banyak koleksi gambar dan spektrum bintang, sedangkan model lainnya, Walrus, berfokus pada sistem fluida dan mirip fluida di banyak rezim fisik. Hal ini memungkinkan pengetahuan yang dipelajari dalam satu konteks fisik untuk digunakan kembali dalam konteks fisik lainnya—misalnya, Walrus dapat menerapkan pola yang dipelajari dari sistem fluida skala kecil, seperti pergerakan bakteri dalam cairan, untuk menyimpulkan perilaku gas dan plasma dalam lingkungan ekstrem seperti ledakan bintang, tanpa melatih model baru dari awal.
Dapatkan datanya.
Kredit Gambar: Jeremy Thomas