Seorang pembaca anonim mengutip laporan dari Universe Today: Ada sisi positif dalam setiap situasi. Pada tahun 2032, Bulan sendiri mungkin akan memiliki sisi terang jika diledakkan oleh asteroid selebar 60 meter. Peluang terjadinya kejadian seperti ini masih relatif kecil (hanya sekitar 4%), namun tidak dapat diabaikan. Dan para ilmuwan mulai bersiap menghadapi dampak buruk (risiko besar terhadap satelit dan meteor besar yang menghujani sebagian besar bumi) dan dampak positif (kesempatan sekali seumur hidup untuk mempelajari geologi, seismologi, dan susunan kimiawi tetangga terdekat kita). Sebuah makalah baru dari Yifan He dari Universitas Tsinghua dan rekan penulisnya, yang dirilis dalam bentuk pra-cetak di arXiv, melihat sisi positif dari semua potensi ilmu pengetahuan menarik yang dapat kita lakukan jika tabrakan benar-benar terjadi. Jika Asteroid 2024 YR4 menabrak Bulan, para peneliti akan dapat menyaksikan dampak besar di bulan yang terjadi secara real time dan mengumpulkan data tentang tabrakan ekstrem yang biasanya hanya terjadi pada model komputer. Teleskop dapat mengikuti bagaimana kawah yang baru terbentuk dan kumpulan batuan cair mendingin dan mengeras, sedangkan gempa bulan yang diakibatkannya akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang struktur internalnya melalui gelombang seismik yang dikirimkan melalui Bulan. Selain itu, para peneliti dapat membandingkan kawah baru dengan kawah yang lebih tua untuk meningkatkan pemahaman kita tentang sejarah panjang dampak Bulan. Puing-puing yang terlempar dari permukaan bahkan dapat mengantarkan sampel kecil dari bulan ke Bumi. Secara keseluruhan, ini merupakan kesempatan sekali dalam satu generasi untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana Bulan/dunia berbatu merespons dampak dahsyat.
Baca lebih lanjut cerita ini di Slashdot.