“Kumpulan fosil spektakuler yang ditemukan di sebuah gua di Pulau Utara Selandia Baru telah memberi para ilmuwan pandangan sekilas tentang spesies hutan purba yang hidup di sana lebih dari satu juta tahun yang lalu,” lapor Popular Mechanics: Fosil tersebut mewakili 12 spesies burung purba dan empat spesies katak, termasuk beberapa spesies burung yang sebelumnya tidak diketahui. Secara keseluruhan, fosil-fosil tersebut memberikan gambaran dunia kuno yang terlihat sangat berbeda dibandingkan saat ini. Penemuan ini juga mengisi kesenjangan penting dalam pemahaman ilmiah tentang pola kepunahan yang mendahului kedatangan manusia di Selandia Baru 750 tahun lalu. Tim tersebut menerbitkan penelitian tentang temuan tersebut di Alcheringa: An Australasian Journal of Palaeontology. Trevor Worthy, penulis studi utama dan profesor di Flinders University, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “Temuan luar biasa ini menunjukkan bahwa hutan purba kita pernah menjadi rumah bagi beragam kelompok burung yang tidak dapat bertahan hingga jutaan tahun berikutnya… “Selama beberapa dekade, kepunahan burung di Selandia Baru dilihat terutama dari sudut pandang kedatangan manusia 750 tahun yang lalu. Studi ini membuktikan bahwa kekuatan alam seperti gunung berapi super dan perubahan iklim yang dramatis telah membentuk identitas unik satwa liar kita lebih dari satu juta tahun yang lalu.” Terima kasih kepada pembaca lama Slashdot, fahrbot-bot, yang telah berbagi artikel ini.
Baca lebih lanjut cerita ini di Slashdot.