Seiring dengan berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (AI), demikian pula kemampuan robotika yang didukung AI. Mesin canggih ini semakin banyak digunakan di berbagai bidang, mulai dari manufaktur dan logistik hingga layanan kesehatan dan ritel. Dalam banyak kasus, robot yang didukung AI mampu melakukan tugas dengan lebih efisien dibandingkan manusia, sehingga berpotensi mengurangi biaya tenaga kerja dan meningkatkan efisiensi operasional.
Di sektor industri, robot bertenaga AI digunakan untuk tugas-tugas seperti pengelasan, fabrikasi, dan perakitan produk. Mesin-mesin ini seringkali mampu bekerja lebih cepat dan akurat dibandingkan manusia sekaligus mengurangi risiko cedera yang terkait dengan pekerjaan manual yang berulang-ulang. Dalam bidang logistik, robot bertenaga AI digunakan untuk tugas-tugas seperti mengambil dan mengemas pesanan. Mesin-mesin ini dapat memilah produk dengan cepat dan akurat, sehingga mengurangi kebutuhan akan pekerja manusia.
Di sektor kesehatan, robot bertenaga AI digunakan untuk tugas-tugas seperti memberikan obat dan membantu terapi fisik. Mesin-mesin ini dapat membantu meningkatkan pelayanan pasien dengan memberikan tingkat perawatan dan bantuan yang konsisten. Di sektor ritel, robot bertenaga AI digunakan untuk tugas-tugas seperti penyimpanan barang di rak dan layanan pelanggan. Mesin-mesin ini dapat membantu meningkatkan pengalaman pelanggan dengan memberikan bantuan yang cepat dan akurat.
Robotika yang didukung AI adalah bidang yang berkembang pesat dengan penerapan potensial di hampir setiap industri. Seiring dengan terus berkembangnya teknologi, kemungkinan besar robot bertenaga AI akan menjadi lebih umum di tahun-tahun mendatang. Seperti terlihat pada grafik di bawah, pasokan robot industri mengalami lonjakan pesat di awal tahun 2000an. Dengan meningkatnya robot, muncul pula teknologi otomotif.
Penggunaan Modern Robotika Bertenaga AI
Dalam industri perawatan kesehatan, robot bertenaga AI digunakan untuk tugas-tugas seperti memberikan obat dan membantu terapi fisik. Mesin-mesin ini dapat membantu meningkatkan pelayanan pasien dengan memberikan tingkat perawatan dan bantuan yang konsisten. Dalam beberapa kasus, robot bertenaga AI bahkan mampu memberikan tingkat perawatan yang lebih tinggi dibandingkan manusia. Misalnya, robot Kuri Mayfield Robotics dirancang untuk memberikan perawatan dasar di rumah, seperti memeriksa keamanan rumah dan memberikan pengingat untuk minum obat.
Di industri manufaktur, robot bertenaga AI digunakan untuk tugas-tugas seperti pengelasan, fabrikasi, dan perakitan produk. Mesin-mesin ini seringkali mampu bekerja lebih cepat dan akurat dibandingkan manusia sekaligus mengurangi risiko cedera yang terkait dengan pekerjaan manual yang berulang-ulang. Dalam beberapa kasus, robot bertenaga AI bahkan mampu menciptakan produk yang lebih unggul dari produk yang diciptakan manusia. Misalnya, robot SpotMini dari Boston Dynamics dirancang untuk mengelas bagian logam secara mandiri dengan pengawasan manusia yang minimal.
Dalam industri logistik, robot bertenaga AI digunakan untuk tugas-tugas seperti mengambil dan mengemas pesanan. Mesin-mesin ini dapat memilah produk dengan cepat dan akurat, sehingga mengurangi kebutuhan akan pekerja manusia. Dalam beberapa kasus, robot bertenaga AI bahkan mampu mengungguli manusia. Misalnya, robot Kiva Amazon dirancang untuk mengambil dan mengemas pesanan secara mandiri dengan pengawasan manusia yang minimal.
Di industri ritel, robot bertenaga AI digunakan untuk tugas-tugas seperti penyimpanan barang di rak dan layanan pelanggan. Mesin-mesin ini dapat membantu meningkatkan pengalaman pelanggan dengan memberikan bantuan yang cepat dan akurat. Dalam beberapa kasus, robot bertenaga AI bahkan mampu memberikan tingkat layanan pelanggan yang lebih tinggi dibandingkan manusia. Misalnya, robot Osimos Lowe dirancang untuk menyimpan rak secara mandiri dan membantu pelanggan menemukan produk di toko.
Seperti yang terlihat di bawah, ada kelebihan dan kekurangan yang disepakati dalam mengotomatisasi tugas di tempat kerja. Meskipun kelebihannya mendukung proses otomatisasi, kelemahannya pasti akan memperlambat pengembangan robotika bertenaga AI.
Mengelola Churn Menggunakan Robotika yang Didukung AI
Pasar global untuk manajemen churn pelanggan diperkirakan akan tumbuh dari $2,95 miliar pada tahun 2020 menjadi $4,21 miliar pada tahun 2025, dengan CAGR sebesar 7,1% selama periode perkiraan (2020–2025).
Dengan meningkatnya robotika bertenaga AI, penggunaan mesin-mesin ini untuk manajemen churn juga meningkat. Robot bertenaga AI sering kali digunakan untuk memantau perilaku pelanggan dan mengidentifikasi pola yang mungkin mengindikasikan risiko churn. Mesin-mesin ini kemudian dapat memberikan peringatan secara real-time kepada manusia, yang dapat mengambil tindakan untuk mencegah pelanggan pergi.
Dalam beberapa kasus, robot bertenaga AI bahkan mampu mengambil tindakan sendiri untuk mencegah churn. Misalnya, robot bertenaga AI dapat mengidentifikasi pelanggan yang berisiko keluar dan memberi mereka kupon atau diskon secara real time. Analisis ini dapat membantu meningkatkan loyalitas pelanggan dan mengurangi churn.
Manfaat Robotika Bertenaga AI di Masa Depan
Seiring dengan terus berkembangnya teknologi kecerdasan buatan, kemungkinan besar robot bertenaga AI akan menjadi lebih umum di tahun-tahun mendatang. Berikut adalah beberapa potensi penerapan robotika bertenaga AI di masa depan:
Pelayanan Makanan: Robot bertenaga AI dapat digunakan untuk tugas-tugas seperti memasak, membersihkan, dan menyajikan makanan. Mesin-mesin ini dapat membantu meningkatkan efisiensi bisnis jasa makanan.
Perhotelan: Robot bertenaga AI dapat digunakan untuk tugas-tugas seperti membersihkan kamar dan menyediakan layanan pramutamu. Mesin-mesin ini dapat membantu meningkatkan pengalaman pelanggan di hotel dan resor.
Transportasi: Robot bertenaga AI dapat digunakan untuk tugas-tugas seperti mengemudikan mobil dan menerbangkan drone. Mesin-mesin ini dapat membantu mengurangi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.
Pertanian: Robot bertenaga AI dapat digunakan untuk tugas-tugas seperti menanam, memanen, dan menyortir tanaman. Mesin-mesin ini dapat membantu meningkatkan efisiensi usaha pertanian. Sebuah perusahaan bernama Blue River Technology sudah menggunakan robot bertenaga AI untuk pengelolaan tanaman. Di masa depan, robot bertenaga AI dapat lebih terlibat dalam bidang pertanian, seperti menyediakan pemantauan kesehatan dan data produksi susu bagi sapi perah.
Seiring dengan meningkatnya potensi penerapan robotika bertenaga AI, kebutuhan akan penelitian dan pengembangan di bidang ini juga meningkat. Dengan investasi yang tepat, robotika bertenaga AI berpotensi merevolusi berbagai industri.
Kesimpulan
Seiring dengan berkembangnya teknologi kecerdasan buatan, robot bertenaga AI menjadi semakin umum di dunia bisnis. Mesin ini menawarkan sejumlah keunggulan, seperti peningkatan efisiensi dan akurasi. Namun ada juga beberapa kerugiannya, seperti potensi kehilangan pekerjaan. Seiring dengan terus berkembangnya teknologi, akan menarik untuk melihat bagaimana robot bertenaga AI digunakan di masa depan.
Referensi
JIKA
Negarawan
Capterra
Pasar dan Pasar
McKinsey
Forbes
Wawasan CB
Bloomberg
Kabel
Investopedia
Kawat Bisnis
PWC
Bain
Pengusaha
HBR
INC
Artikel Robotika Bertenaga AI dan Manajemen Churn berasal dari situs Arek Skuza.