Semakin banyaknya penelitian yang dilakukan membuat semakin sulit bagi perusahaan untuk membenarkan apa yang masih dilakukan sebagian besar perusahaan, yakni mendorong pekerja berpengalaman keluar dari perusahaan ketika mereka sedang mencapai puncak profesionalitas mereka. Sebuah studi pada tahun 2025 yang diterbitkan dalam jurnal Intelligence menganalisis 16 dimensi kognitif, emosional, dan kepribadian dan menemukan bahwa meskipun kecepatan pemrosesan menurun setelah masa dewasa awal, kemampuan lain – termasuk kemampuan untuk menghindari gangguan dan akumulasi pengetahuan – terus meningkat, menempatkan puncak fungsi secara keseluruhan antara usia 55 dan 60 tahun. Data AARP dan OECD mendukung hal ini di tingkat perusahaan: peningkatan 10 poin persentase pada pekerja di atas usia 50 tahun berkorelasi dengan produktivitas sekitar 1,1% lebih tinggi. Sebuah studi Boston Consulting Group pada tahun 2022 menemukan bahwa tim lintas generasi mengungguli tim yang homogen. Pengecer Inggris, B&Q, mempekerjakan sebagian besar pekerja di tokonya yang berusia lebih tua pada tahun 1989 dan mengalami kenaikan laba sebesar 18%. BMW menerapkan 70 perubahan ergonomis di pabrik Jerman pada tahun 2007 dan mencatat peningkatan produktivitas sebesar 7%. Namun analisis Urban Institute terhadap data AS dari tahun 1992 hingga 2016 menemukan bahwa lebih dari separuh pekerja berusia di atas 50 tahun terpaksa keluar dari pekerjaan yang sudah lama mereka miliki sebelum mereka memilih untuk pensiun.
Baca lebih lanjut cerita ini di Slashdot.