789BNi
Aplikasi Game Terbesar di Indonesia
DOWNLOAD APP

AI dan Otentikasi Multi-Faktor

AI dan Otentikasi Multi-Faktor


Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam autentikasi multi-faktor berpotensi mengubah keamanan online. Meskipun metode autentikasi tradisional seperti kata sandi dan kode PIN masih digunakan oleh banyak organisasi, metode tersebut semakin mudah diretas. Selain itu, aktivitas penipuan kini semakin canggih, sehingga menyulitkan pengguna yang paling waspada sekalipun untuk mengikutinya.

Otentikasi multi-faktor (MFA) adalah sistem keamanan yang memerlukan lebih dari satu metode otentikasi dari kategori kredensial independen untuk memverifikasi identitas pengguna. Hal ini mempersulit peretas untuk mendapatkan akses ke informasi sensitif, karena mereka perlu mendapatkan berbagai jenis kredensial.

Organisasi yang telah menerapkan MFA telah mengalami penurunan churn yang signifikan, serta peningkatan kepuasan pelanggan. Penggunaan AI di MFA dapat lebih meningkatkan keamanan dan mengurangi aktivitas penipuan.

Sistem MFA berbasis AI mampu belajar dan beradaptasi seiring berjalannya waktu, menjadikannya lebih efektif dalam mendeteksi dan menghentikan penipu. Selain itu, AI dapat digunakan untuk memverifikasi identitas pengguna secara real-time, sehingga mustahil bagi peretas untuk memalsukan identitas mereka.

Organisasi yang ingin meningkatkan keamanan dan mengurangi churn harus mempertimbangkan penerapan sistem MFA berbasis AI.

Sejarah Keamanan Siber dan MFA

Sejarah keamanan siber memang panjang dan rumit, namun ada beberapa pencapaian penting yang menonjol. Awalnya, fokusnya adalah pada pencegahan, dengan tujuan menjauhkan peretas dari sistem. Hal ini berubah pada akhir tahun 1990an ketika menjadi jelas bahwa peretas tidak dapat dihindari dan fokus perlu dialihkan ke deteksi dan respons.

Pada awal tahun 2000-an, autentikasi multi-faktor (MFA) mulai mendapat perhatian sebagai cara untuk meningkatkan keamanan. MFA mengharuskan pengguna untuk memberikan lebih dari satu bentuk autentikasi, biasanya kategori berbeda seperti sesuatu yang mereka ketahui (kata sandi), sesuatu yang mereka miliki (telepon), atau sesuatu tentang diri mereka (biometrik).

Penggunaan MFA semakin meluas dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan semakin jelasnya kebutuhan akan keamanan yang lebih baik. Pelanggaran Equifax pada tahun 2017 merupakan peringatan bagi banyak organisasi, dan penggunaan MFA terus meningkat sejak saat itu. Seperti terlihat pada grafik di bawah, pasar MFA di Amerika Utara diperkirakan akan terus tumbuh hingga tahun 2025.

Bagaimana AI dapat digunakan untuk MFA

Kecerdasan buatan (AI) dapat digunakan dalam berbagai cara untuk meningkatkan keamanan sistem MFA. Sistem berbasis AI mampu belajar dan beradaptasi seiring berjalannya waktu, menjadikannya lebih efektif dalam mendeteksi dan menghentikan penipu. Selain itu, AI dapat digunakan untuk memverifikasi identitas pengguna secara real-time, sehingga mustahil bagi peretas untuk memalsukan identitas mereka.

Salah satu penerapan AI yang paling menjanjikan untuk MFA adalah biometrik perilaku. Ini adalah jenis autentikasi yang menggunakan kecerdasan buatan untuk memverifikasi identitas pengguna berdasarkan perilakunya. Biometrik perilaku dapat digunakan untuk melacak hal-hal seperti cara pengguna mengetik, cara mereka memegang ponsel, dan bahkan gaya berjalan unik mereka.

Data ini kemudian digunakan untuk membuat profil pengguna yang dapat digunakan untuk otentikasi. Keuntungan dari pendekatan ini adalah lebih sulit bagi peretas untuk memalsukan identitas mereka, karena mereka harus meniru perilaku pengguna dengan tepat.

Cara lain AI dapat digunakan untuk MFA adalah melalui penggunaan pengenalan suara. Teknologi ini sudah digunakan oleh beberapa perusahaan, seperti Google, untuk layanan pelanggan. Namun, ini juga dapat digunakan untuk tujuan otentikasi.

Sistem pengenalan suara dapat memverifikasi identitas pengguna melalui suara mereka. Hal ini mempersulit peretas untuk mendapatkan akses ke informasi sensitif, karena mereka perlu mendapatkan rekaman suara pengguna.

Organisasi yang ingin meningkatkan keamanan dan mengurangi churn harus mempertimbangkan penerapan sistem MFA berbasis AI. Sistem berbasis AI lebih efektif dalam mendeteksi dan menghentikan penipuan serta dapat digunakan untuk memverifikasi identitas pengguna secara real-time. Metode ini akan mempersulit peretas untuk mendapatkan akses ke informasi sensitif.

Manfaat MFA

Autentikasi multi-faktor (MFA) adalah tindakan keamanan yang mengharuskan pengguna menyediakan lebih dari satu bentuk autentikasi. Hal ini biasanya berupa sesuatu yang mereka ketahui (kata sandi), sesuatu yang mereka miliki (ponsel), atau sesuatu tentang diri mereka (biometrik).

MFA adalah cara efektif untuk meningkatkan keamanan, karena mempersulit peretas untuk mendapatkan akses ke informasi sensitif. Selain itu, MFA juga dapat digunakan untuk memverifikasi identitas pengguna secara real-time, sehingga mustahil bagi peretas untuk memalsukan identitas mereka.

Organisasi yang ingin meningkatkan keamanan dan mengurangi churn harus mempertimbangkan penerapan sistem MFA berbasis AI. Sistem berbasis AI lebih efektif dalam mendeteksi dan menghentikan penipuan serta dapat digunakan untuk memverifikasi identitas pengguna secara real-time. Metode ini akan mempersulit peretas untuk mendapatkan akses ke informasi sensitif.

Terkait keamanan siber, kecerdasan buatan (AI) adalah alat canggih yang dapat digunakan dalam berbagai cara untuk meningkatkan keamanan. Sistem berbasis AI mampu belajar dan beradaptasi seiring berjalannya waktu, menjadikannya lebih efektif dalam mendeteksi dan menghentikan penipu. Selain itu, AI dapat digunakan untuk memverifikasi identitas pengguna secara real-time, sehingga mustahil bagi peretas untuk memalsukan identitas mereka.

Menerapkan MFA dalam bisnis Anda

Jika Anda ingin meningkatkan keamanan dan mengurangi churn, menerapkan sistem MFA berbasis AI adalah pilihan yang tepat. Sistem berbasis AI lebih efektif dalam mendeteksi dan menghentikan penipuan serta dapat digunakan untuk memverifikasi identitas pengguna secara real-time. Metode ini akan mempersulit peretas untuk mendapatkan akses ke informasi sensitif.

Saat memilih sistem MFA berbasis AI, ada beberapa hal yang perlu diingat. Pertama, Anda harus memutuskan jenis autentikasi yang ingin Anda gunakan. Ada tiga jenis autentikasi utama: sesuatu yang diketahui pengguna (seperti kata sandi), sesuatu yang dimiliki pengguna (seperti telepon), atau sesuatu yang dimiliki pengguna (seperti biometrik).

Anda juga harus memilih penyedia yang menawarkan sistem MFA berbasis AI. Ada beberapa penyedia berbeda di pasaran, jadi pastikan untuk melakukan riset untuk menemukan penyedia yang tepat untuk Anda. Beberapa perusahaan teratas termasuk Auth0, Microsoft, dan Google.

Terakhir, Anda harus menerapkan sistem tersebut dalam bisnis Anda. Hal ini biasanya melibatkan pengintegrasian dengan sistem autentikasi yang ada, seperti pengelola kata sandi atau platform layanan pelanggan.

Seperti terlihat pada grafik di bawah, sebagian besar bisnis di seluruh dunia tidak memiliki banyak pakar keamanan siber. Oleh karena itu, penerapan MFA adalah cara yang aman dan efisien untuk mengamankan bisnis Anda. Setelah Anda menerapkan sistem MFA berbasis AI, Anda akan dapat tenang mengetahui bahwa informasi sensitif Anda aman dan terjamin.

Referensi

Penelitian Pandangan Besar

VPN Terbaik

Komunitas Bisnis 2

Auth0

Microsoft

Awan Google

Forbes

Mag PC

ZD Bersih

Kabel

Verizon

Artikel AI dan Multi-Factor Authentication berasal dari website Arek Skuza.


Previous Article

Cara Buat Faktur Pajak Keluaran di Coretax DJP | vOffice

Next Article

Sebuah titik awal untuk blog

Write a Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to our Newsletter

Subscribe to our email newsletter to get the latest posts delivered right to your email.
Pure inspiration, zero spam ✨