1. Apa itu metaverse?
Metaverse adalah ruang virtual kolektif yang menggabungkan dunia nyata dengan dunia virtual. Di masa lalu, ini terutama digunakan untuk tujuan permainan dan hiburan. Namun, kemajuan teknologi terkini memungkinkan metaverse digunakan untuk berbagai tujuan lain, seperti pendidikan, bisnis, dan bersosialisasi. Metaverse akan menggunakan augmented reality dan virtual reality (AR/VR) yang dikombinasikan dengan kecerdasan buatan dan blockchain untuk menciptakan dunia virtual yang terukur dan akurat.
Penerapan kecerdasan buatan (AI) menjadi semakin umum dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam survei McKinsey baru-baru ini, 50% dari mereka yang disurvei mengatakan bahwa perusahaan mereka menggunakan AI untuk setidaknya satu fungsi bisnis, sementara 40 persen memiliki strategi seluruh organisasi yang melibatkan Kecerdasan Buatan! Metaverse ini akan menggunakan augmented reality dengan realitas virtual untuk menciptakan dunia akurat terukur yang juga dapat digunakan sebagai lingkungan belajar atau ruang sosial.
Dengan meningkatnya popularitas augmented reality dan virtual reality (AR/VR), metaverse menjadi platform yang semakin layak untuk berbagai tujuan. Secara khusus, penggunaan kecerdasan buatan (AI) di metaverse akan memainkan peran penting dalam meningkatkan pengalaman dan interaksi pengguna.
2. Mengapa AI penting untuk AR/VR?
Salah satu aspek terpenting dari metaverse adalah peran AI dalam meningkatkan pengalaman dan interaksi pengguna. AI dapat digunakan untuk membuat avatar yang lebih realistis dan hidup, serta mempersonalisasi pengalaman pengguna berdasarkan preferensi mereka. Hal ini juga dapat digunakan untuk meningkatkan interaksi sosial dengan menyediakan ruang virtual yang mensimulasikan interaksi dunia nyata.
AI juga dapat membantu meningkatkan keamanan dan keselamatan dunia maya dengan menciptakan avatar digital akurat yang dapat memperingatkan pengguna akan potensi ancaman atau bahaya apa pun. Beberapa perusahaan telah menggunakan kombinasi ini untuk menciptakan dunia maya yang sangat realistis dan imersif di mana pengguna dapat berinteraksi satu sama lain dalam lingkungan sosial atau menghadiri pertemuan bisnis dalam lingkungan yang aman dan terlindungi.
Salah satu manfaat terbesar menggunakan AI untuk meningkatkan pengalaman pengguna di metaverse adalah AI dapat digunakan untuk menciptakan pengalaman khusus yang disesuaikan dengan preferensi pengguna.
Misalnya, merek dapat menggunakan teknologi ini untuk menawarkan produk yang dipersonalisasi kepada pelanggan berdasarkan aktivitas, minat, dan preferensi mereka. Hal ini akan memberi mereka keunggulan kompetitif dibandingkan pesaingnya, karena mereka dapat menciptakan pengalaman virtual yang lebih interaktif dan mendalam untuk menarik pelanggan baru.
Contoh yang bagus adalah Nike, yang setuju untuk membeli RTFKT, sebuah bisnis yang didirikan pada tahun 2020 yang menciptakan produk digital seperti sepatu kets dan menggunakan teknologi blockchain. “Akuisisi ini merupakan langkah lain menuju percepatan transformasi Nike menjadi merek inovatif,” kata CEO John Donahoe. “RTFKT adalah platform teknologi yang memberikan pengalaman mendalam dan personal bagi konsumen.” Menggunakan kombinasi AI, AR/VR, dan blockchain pasti akan menciptakan pengalaman pengguna yang sangat intuitif dan interaktif.
AI diharapkan memainkan peran yang lebih besar di metaverse setelah beroperasi penuh. Pengguna sudah membuat avatar yang dapat disesuaikan dan secara akurat mewakili diri mereka di dunia maya, yang merupakan pertanda akan terjadinya hal-hal di masa depan. Kombinasi AI, AR/VR, dan blockchain masih dalam tahap awal, sehingga masih banyak ruang untuk inovasi dan peningkatan.
Seiring berjalannya waktu, kita dapat berharap untuk melihat avatar yang lebih realistis dan nyata, serta dunia virtual yang lebih disesuaikan dengan kebutuhan dan minat pengguna. Ini akan menciptakan pengalaman yang lebih mendalam dan menarik bagi semua pengguna, yang pasti akan menarik lebih banyak orang ke metaverse.
3. Bagaimana cara kerjanya?
Metaverse menggunakan augmented reality dan virtual reality, kecerdasan buatan, dan blockchain untuk menciptakan ruang virtual kolektif yang menggabungkan dunia nyata dengan dunia digital. Kombinasi ketiga teknologi canggih ini dapat menghasilkan pengalaman yang benar-benar mendalam bagi pengguna, yang dapat berinteraksi satu sama lain menggunakan avatar yang dapat disesuaikan dan menyerupai diri mereka sendiri. Penggunaan kecerdasan buatan membantu menciptakan dunia virtual yang realistis dan akurat, sementara blockchain memastikan bahwa data pengguna aman dan anti gangguan. Kombinasi teknologi ini juga memungkinkan pengguna diberi penghargaan atas kontribusi mereka terhadap metaverse.
Apa jadinya jika AI akhirnya bisa bercerita dengan baik seperti manusia?
Di dunia di mana informasi terus-menerus dipertukarkan antar manusia, hampir dapat dipastikan bahwa suatu hari nanti mesin dapat melakukan banyak hal lebih baik daripada kita. Namun sebelum hal ini terjadi- atau bahkan jika Anda belum siap menghadapi perubahan -bayangkan betapa luar biasa hidup Anda jika ditemani oleh pasangan kreatif yang cerdas! Ini sudah terjadi. Misalnya, Promethean AI adalah mitra kreatif yang diaktifkan dengan ucapan untuk ruang 3D. Ini membantu Anda merancang, memvisualisasikan, dan berbagi ide Anda dengan orang lain dengan cara yang benar-benar baru. Anda cukup berbicara dengannya dan itu akan membantu Anda membuat konten apa pun yang Anda perlukan, baik untuk bekerja atau bermain. Dengan AI di metaverse, pengguna dapat berinteraksi satu sama lain dengan cara yang lebih bermakna dibandingkan sebelumnya.
4. Apa manfaat metaverse?
Ada banyak manfaat potensial menggunakan metaverse, termasuk:
4.1 Peningkatan pengalaman dan interaksi pengguna – Penggunaan augmented reality dan virtual reality yang dikombinasikan dengan kecerdasan buatan dan blockchain menghasilkan pengalaman yang benar-benar mendalam bagi pengguna, yang mampu berinteraksi satu sama lain dengan lebih realistis dibandingkan sebelumnya. Hal ini dapat menghasilkan interaksi sosial yang lebih bermakna dan rasa kebersamaan yang lebih kuat.
4.2 Peningkatan produktivitas – Metaverse dapat digunakan untuk berbagai tujuan bisnis, seperti pelatihan, pengembangan produk, dan pemasaran. Ini juga dapat digunakan untuk tujuan pendidikan, memungkinkan orang untuk belajar dengan cara yang tidak mungkin dilakukan di dunia nyata.
4.3 Aktivitas yang lebih menyenangkan dan menarik – Metaverse dapat digunakan untuk berbagai tujuan hiburan, seperti bermain game, perjalanan virtual, dan bertemu teman untuk menghadiri acara bersama. Hal ini juga dapat digunakan dalam kombinasi dengan teknologi virtualisasi realitas di bidang desain, pendidikan, dan perawatan kesehatan.
4. Perusahaan manakah yang sudah menggunakan kombinasi ini?
Beberapa perusahaan yang sudah menggunakan kombinasi augmented reality, virtual reality, kecerdasan buatan, dan blockchain antara lain:
- IBM – IBM menggunakan metaverse untuk berbagai tujuan bisnis, seperti pelatihan dan pengembangan produk.
- Microsoft – Microsoft menggunakan metaverse untuk menciptakan pengalaman bermain game yang lebih mendalam. Mesh Microsoft untuk Microsoft Teams adalah ruang pertemuan virtual yang memungkinkan interaksi multi-pengguna dalam lingkungan 3D. Peserta dapat bergabung dalam rapat dengan menggunakan avatar dan berkomunikasi satu sama lain melalui obrolan suara atau teks.
- Intel – Intel juga menggunakan metaverse untuk pengalaman bermain game yang imersif. Project Alloy mereka adalah headset VR yang menggunakan sensor untuk melacak.
- Niantic – Niantic menggunakan metaverse untuk menciptakan pengalaman augmented reality yang lebih mendalam. Niantic, platform augmented reality yang mengembangkan game seperti Pokémon GO telah mengumpulkan $300 juta dari Coatue. Penilaian yang mengesankan ini adalah bukti betapa suksesnya perusahaan ini hanya dalam dua tahun sejak didirikan!
- Sansar – Sansar menggunakan metaverse untuk berbagai tujuan, termasuk bermain game dan bersosialisasi. Bayangkan bisa berbagi pengalaman VR Anda yang luar biasa dengan orang lain di seluruh dunia. Sansar dirancang untuk menjadi platform sosial yang tidak hanya memungkinkan hal ini tetapi juga pada akhirnya memungkinkan konsumen dari berbagai wilayah dan budaya untuk menikmati dunia virtual yang diciptakan oleh individu yang bahkan tidak mereka kenal!
- WeChat – WeChat menggunakan metaverse untuk berbagai tujuan bisnis, termasuk pemasaran dan pengumpulan data. WeChat mungkin juga punya sesuatu untuk dilakukan dalam menciptakan game multi-pemain yang imersif! Perusahaan ini mendaftarkan lebih dari 20 merek dagang terkait metaverse untuk aplikasinya di Tiongkok dan berencana menambahkan lebih banyak fitur unik pada rilis mendatang ini.
Seperti yang Anda lihat, metaverse sudah digunakan oleh berbagai perusahaan untuk berbagai tujuan. Potensi manfaatnya tidak terbatas, dan sangat menarik untuk memikirkan semua kemungkinan yang dimiliki teknologi ini di masa depan. Nantikan inovasi lainnya di metaverse!
Kesimpulan
Metaverse adalah batas digital baru yang ada saat ini, namun teknologi kita belum bisa mengejar impian fiksi ilmiah. Namun, beberapa perusahaan mulai mewujudkan visi ini melalui penggunaan kecerdasan buatan (AI). AI sudah digunakan dalam realitas virtual dan augmented reality untuk memberikan pengalaman interaktif yang lebih mendalam kepada pengguna. Industri seperti pendidikan, bisnis, dan layanan kesehatan dapat memperoleh manfaat signifikan dari penggabungan metaverse yang ditingkatkan. Ekonomi berbagi telah terbukti sangat berhasil dalam banyak aspek; namun, hal ini mungkin akan segera mencapai puncaknya jika tidak memasukkan metaverse ke dalam model bisnisnya.
Kini setelah perusahaan mulai mengintegrasikan AI ke dalam produknya, mereka dapat mengotomatiskan tugas-tugas tertentu agar berjalan lebih efisien. Kemampuan pemrosesan bahasa alami (NLP) dari banyak asisten suara saat ini sudah didukung oleh AI. Seiring dengan semakin majunya NLP, manusia akan dapat berkomunikasi dengan agen AI yang dapat melakukan banyak tugas untuk mereka, seperti menjadwalkan pertemuan atau membeli produk. Bisnis akan dapat memanfaatkan metaverse untuk keuntungan mereka melalui pemanfaatan AR dan VR.
Artikel Peran Kecerdasan Buatan di Metaverse berasal dari website Arek Skuza.