789BNi
Aplikasi Game Terbesar di Indonesia
DOWNLOAD APP

Dari kemajuan hingga protes: Strasbourg menghadapi realitas hubungan dengan Chelsea – My Football Facts

Dari kemajuan hingga protes: Strasbourg menghadapi realitas hubungan dengan Chelsea – My Football Facts


Oleh Martin Graham

Ketika Strasbourg menjadi bagian dari proyek BlueCo bersama Chelsea, banyak pendukung percaya bahwa manfaatnya lebih besar daripada komprominya. Klub ini dengan cepat menjadi kompetitif di Ligue 1, menduduki puncak fase grup Liga Konferensi UEFA bulan lalu, dan menyaksikan pekerjaan infrastruktur besar dimulai di Stade de la Meinau. Pembangunan kembali fasilitas yang dimodernisasi dan ditingkatkan kapasitasnya senilai £157 juta, menandakan ambisi jangka panjang.

Secara finansial, perbedaannya sangat mencolok dengan era sebelum BlueCo. Sebelum pengambilalihan pada tahun 2023, pengeluaran tahunan Strasbourg untuk pemain baru jarang melebihi £10 juta. Sejak itu, angkanya melonjak drastis, dengan lebih dari £200 juta diinvestasikan dalam tiga kampanye. Musim panas lalu saja, Strasbourg mengungguli tim Prancis lainnya, termasuk Paris St-Germain.

Peningkatan olahraga ini terkait erat dengan pendekatan energik dan menyerang yang diperkenalkan oleh pelatih kepala Liam Rosenior. Namun, optimisme seputar proyek tersebut terguncang ketika Rosenior hengkang pada pertengahan musim untuk memimpin Chelsea, yang secara tiba-tiba mengakhiri periode yang dianggap transformatif oleh banyak penggemar.

Reaksi pendukung dan ketakutan akan sikap tunduk

Keluarnya sang pelatih telah meningkatkan kekhawatiran lama tentang posisi Strasbourg dalam model kepemilikan multi-klub. Menurut jurnalis yang berbasis di Strasbourg, Cyril Olives-Berthet, reaksi masyarakat setempat adalah tidak percaya, bahkan di antara mereka yang sebelumnya terbuka terhadap pengaruh BlueCo. Dia menyatakan bahwa pemilik klub telah merusak reputasi mereka sendiri, sehingga memicu kritik di media sepak bola Prancis.

Gary O’Neil telah ditunjuk sebagai pengganti Rosenior, namun masih ada keraguan di kalangan pendukung mengenai apakah ia memiliki silsilah untuk peran tersebut. Dengan sekitar 100 pertandingan senior sebagai manajer, kedatangannya disambut dengan hati-hati dibandingkan dengan antusiasme.

Untuk sebagian basis penggemar, penolakan terhadap BlueCo sudah ada sebelum peristiwa terbaru. Ultras klub terus melancarkan protes diam-diam selama menit-menit awal pertandingan. Bagi mereka, langkah Rosenior melambangkan apa yang mereka lihat sebagai terkikisnya kemerdekaan. Alexandre, juru bicara federasi suporter, berargumentasi bahwa keluar di tengah masa kampanye sudah melewati batas, sehingga membedakannya dari peningkatan konvensional dalam karier kepelatihan.

Presiden klub Marc Keller, yang membimbing Strasbourg dari divisi kelima kembali ke Ligue 1 sebelum menjualnya ke BlueCo, mengakui kekecewaan tersebut. Meskipun dia bersikeras bahwa kepergian Rosenior tidak diantisipasi atau diinginkan, dia menerima bahwa sepak bola terkadang memaksa penyesuaian yang cepat. Keller juga menolak klaim bahwa Strasbourg hanya berfungsi sebagai cabang sekunder Chelsea, meski perkembangan terkini membuat pendirian tersebut semakin sulit dipertahankan.

Model “unik” yang sedang diteliti

Kepemilikan multi-klub kini tersebar luas, dengan setengah dari Liga Premier terkait dengan struktur tersebut. Grup besar seperti City Football Group dan Red Bull mengoperasikan jaringan yang luas, seringkali memungkinkan staf dan pemain untuk berkembang secara internal. Namun sistem ini biasanya berkisar pada klub unggulan, dengan pergerakan yang jarang terjadi pada pertengahan musim.

Pakar keuangan sepak bola Kieran Maguire menggambarkan hubungan Chelsea-Strasbourg sebagai hal yang tidak biasa. Berbeda dengan konglomerat yang fokus pada sepak bola, ia menganggap pendekatan BlueCo lebih dekat dengan strategi investasi yang berfokus pada perolehan aset yang nilainya terlalu rendah dan memaksimalkan keuntungan. Strasbourg, katanya, berisiko dipandang sebagai tempat pementasan bagi talenta-talenta yang pada akhirnya ditakdirkan untuk Stamford Bridge.

Persepsi itu diperkuat dengan aktivitas transfer kedua klub. Selusin pemain akan pindah dari Strasbourg ke Chelsea pada musim panas mendatang, termasuk kapten Emmanuel Emegha, yang perpindahannya telah menyebabkan keresahan tertentu. Meskipun Strasbourg juga mendapat keuntungan dari penjualan ke klub lain dan pinjaman, transaksi tertentu tampak berbelit-belit dan sulit dibenarkan dari segi olahraga.

Perdebatan yang lebih luas tidak hanya terjadi di Alsace. Fans di klub-klub lain dalam jaringan multi-klub juga menyuarakan kemarahan mereka, sementara badan-badan pemerintahan kesulitan untuk menerapkan batasan yang berarti. Meskipun UEFA dan FIFA telah mengambil tindakan yang terisolasi, arah keseluruhan perjalanan menunjukkan bahwa model kepemilikan ini akan tetap ada. Bagi para pendukung Strasbourg, tantangannya saat ini adalah menyelaraskan hasil-hasil yang telah ditingkatkan dengan semakin besarnya kesadaran bahwa keputusan-keputusan penting bukan lagi hak mereka sendiri.

Martin Graham adalah seorang penulis olahraga MFF


Previous Article

Program MIT baru untuk melatih para pemimpin militer di era AI

Next Article

Bagaimana memilih agen pembuat tautan di era AI SEO

Write a Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to our Newsletter

Subscribe to our email newsletter to get the latest posts delivered right to your email.
Pure inspiration, zero spam ✨