789BNi
Aplikasi Game Terbesar di Indonesia
DOWNLOAD APP

Dari Patah ke Pulang: Plain Pain Merangkum Tiga Tahun Luka dalam “Blessings in Disguise” – Musicoloid News

Dari Patah ke Pulang: Plain Pain Merangkum Tiga Tahun Luka dalam “Blessings in Disguise” – Musicoloid News


Setelah bertahun-tahun yang diwarnai perpisahan,perubahan formasi, masa pemulihan dalam sunyi, dan katarsis yang meledak-ledak, unit alternative rock Sakit Biasa akhirnya mengumumkan album penuh pertama mereka, Berkah yang Terselubungyang dijadwalkan rilis pada 25 Desember 2025.

Album ini merupakan puncak dari tiga tahun penggalian emosi yang intens, sebagian besar ditulis oleh sang frontman Zina saat ia memproses jaringan hubungan yang penuh gejolak—masing-masing meninggalkan potongan luka, kejelasan yang pahit, dan pada akhirnya rasa syukur. Di balik patah hati yang dialami, Plain Pain membingkai semuanya sebagai anugerah yang paradoks.

Gagasan inilah yang kemudian menjadi tesis album:
rasa sakit sebagai pengingat, patah hati sebagai panduan, dan penderitaan sebagai berkah tersembunyi.


KUMPULAN LUKA, PELAJARAN, DAN TITIK BALIK

Melalui sepuluh lagu, Berkah yang Terselubung membedah puing-puing emosi yang ditinggalkan oleh hubungan-hubungan yang mengaburkan cinta dengan manipulasi, kerinduan dengan penyangkalan, dan pengabdian dengan kerusakan. Narasi di dalamnya bergerak liar antara amarah, kerentanan, nostalgia, menyalahkan diri sendiri, hingga kejelasan yang terasa tidak nyaman setelah patah hati.

Secara musikal, album ini mendorong Plain Pain ke wilayah paling dinamis yang pernah mereka jelajahi—reinterpretasi single-single sebelumnya yang lebih cepat dan groovy, tekstur yang lebih gelap, serta urgensi yang terdengar jauh lebih keras. Lagu-lagu yang telah dirilis sebelumnya—“Matahari Kedua,” “Keinginan Kematian,” dan “Narasi Kenestapaa”—kembali hadir dalam bentuk yang lebih tajam, diperkuat oleh evolusi sound dan kedewasaan emosional band.


SNAPSHOT TEMATIK TRACK-BY-TRACK

“Matahari Kedua” membuka album dengan pengakuan panik tentang penyangkalan, kecemasan, dan harapan yang salah arah—sebuah anthem tentang mencintai seseorang yang bersinar terang namun tak pernah memberi kehangatan. Versi baru yang lebih groovy terasa menghantam lebih keras dari sebelumnya.

“Palsu” menyeret pendengar ke malam-malam tanpa tidur dan trauma yang berulang, bergulat dengan rasa bersalah karena memberikan “kesempatan kedua” yang seharusnya tak pernah diberikan sejak awal.

“Narasi Kenestapaa” berdiri sebagai monolog paling kejam dari Plain Pain—ucapan bahasa Indonesia yang mengutuk ego, kejatuhan, dan runtuhnya karma.

“Keinginan Kematian” kembali dengan nuansa yang lebih agresif dan putus asa, menggambarkan beban kegagalan yang mencekik serta perang batin tanpa akhir untuk tetap bertahan hidup.

“Kereta Kosong” menggeser nada album ke arah ketahanan yang pahit-manis, menampilkan sosok yang hancur namun masih bersedia membawa seseorang ke mana pun—selama ia terlihat masih berusaha.

“Penghiburan” menghadirkan sejenak kehangatan: sebuah janji untuk melindungi senyum seseorang, bahkan ketika dunia semakin gelap dan dingin.

“Akhir dari Siksaan” menjadi ritual penguburan bagi hubungan yang berubah menjadi neraka, sebuah pengakuan bahwa cinta dapat membusuk menjadi siksaan jika dipertahankan terlalu lama.

“Realitas yang Memutar” berbicara tentang kilas balik dan kejernihan—menyadari bahwa seseorang mencintaimu hanya saat itu nyaman, dan merindukanmu hanya ketika mereka merasa kesepian.

“Rasa Bersalah yang Salah Tempat” menghadapi manipulasi secara frontal: perasaan dijadikan penjahat, padahal sebenarnya kamulah yang selama ini menahan segalanya agar tetap utuh.

“Tulisan di batu nisan” menutup album sebagai surat terakhir—mengakui kenangan, luka, dan fakta bahwa seseorang telah menuliskan akhir ceritamu jauh sebelum kisah itu benar-benar selesai.


CERITA YANG SAKIT, RILIS YANG DIPERLUKAN

Seperti judulnya, Berkah yang Terselubung bukanlah album yang merayakan patah hati—melainkan upaya untuk membingkainya ulang.
Setiap lagu berfungsi sebagai penanda waktu dari momen-momen ketika cinta berubah asam, janji-janji membusuk, dan kerja emosional menjelma menjadi upaya bertahan hidup. Namun jika dilihat ke belakang, justru momen-momen itulah yang menjadi tanda bahaya, menyelamatkan sang frontman dari sesuatu yang jauh lebih buruk.

Album ini berdiri sebagai buku harian emosional yang berubah menjadi ledakan sonik—Sakit Biasa dalam bentuknya yang paling mentah, paling kasar, dan paling jujur.

The post Dari Patah ke Pulang: Plain Pain Merangkum Tiga Tahun Luka dalam “Blessings in Disguise” appeared first on Musicoloid News.


Previous Article

Hakim Memerintahkan Arsip Anna Untuk Menghapus Data yang Tergores - Slashdot

Next Article

Model AI Kini Menjadi Komoditas: Bagaimana CEO Harus Mengubah Setiap Karyawan Menjadi Manusia Super - Arek Skuza

Write a Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to our Newsletter

Subscribe to our email newsletter to get the latest posts delivered right to your email.
Pure inspiration, zero spam ✨