Oleh Martin Graham
Selama masa jabatan Eden Hazard di Chelsea, klub menikmati periode kesuksesan yang signifikan. Tim mengamankan dua gelar Liga Premier dan dua trofi Liga Europa dengan bintang Belgia di lineup mereka. Koleksi trofi ini semakin bertambah dengan kemenangan di Piala FA dan Piala Liga.
Mantan kapten John Terry dengan yakin meramalkan bahwa Hazard akan menjadi pemain luar biasa bagi The Blues, dan keyakinan ini segera terbukti. Hazard dengan cepat membuktikan dirinya sebagai salah satu talenta paling menonjol di seluruh liga, memenuhi ekspektasi tinggi sejak awal.
Rivalitas Manchester City
Tahun-tahun Hazard di Inggris sejalan dengan berakhirnya periode supremasi Manchester United. Pada era tersebut, Chelsea konsisten berada di puncak klasemen. Pada saat klub London tidak memenangkan liga, biasanya Manchester City yang dinobatkan sebagai juara. Faktanya, tim Manchester itu mengamankan gelar dalam tiga kesempatan terpisah saat sang pemain sayap berada di Stamford Bridge.
Persaingan yang konsisten ini menjelaskan mengapa Hazard menyebut City sebagai lawan tersulitnya. Chelsea finis di peringkat ketiga sebanyak dua kali pada musim di mana City menjuarai liga, termasuk musim 2018/19, yang merupakan musim terakhirnya bersama klub.
Rekor pribadi Hazard melawan City
Meski memulai kariernya di Chelsea dalam pertandingan Community Shield melawan Manchester City di mana ia tidak mencetak gol, rekor keseluruhannya melawan mereka sangat mengesankan. Di semua kompetisi, sang penyerang mencetak empat gol dan memberikan enam assist ke gawang Sky Blues.
Salah satu momennya yang paling berkesan terjadi di final Piala EFL 2019, di mana ia dengan berani mengonversi penalti panenka. Meski City memenangkan pertandingan, momen ini menyoroti kepercayaan diri yang dimilikinya saat menghadapi mereka. Periode paling produktifnya melawan rival ini adalah musim 2016/17, di mana ia bertanggung jawab atas tiga dari lima gol timnya dalam pertemuan mereka, musim yang diakhiri dengan Chelsea mengangkat trofi Premier League.