Kode HS yang akurat di Indonesia sangat penting untuk kelancaran proses bea cukai. Memastikan kebenarannya dapat memberikan keyakinan kepada importir bahwa penundaan, bea tambahan, atau masalah perizinan dapat diminimalkan, sehingga menumbuhkan kepercayaan dalam proses impor mereka.
Indonesia menggunakan Harmonized Tariff Nomenclature, yang diterapkan melalui BTKI, untuk menentukan tarif dan apakah suatu produk dikenakan pembatasan. Memahami sistem ini membantu dunia usaha mendapatkan izin impor tepat waktu dan menghindari komplikasi yang tidak perlu.
Mengapa Kesalahan Kode HS Menunda Impor di Indonesia
Menurut pedoman bea cukai, setiap ketidaksesuaian akan memaksa petugas untuk menilai kembali bea masuk, pajak impor, atau persyaratan izin. Bagi importir, sedikit saja perbedaan dalam klasifikasi kode HS dapat mengakibatkan:
- Penyesuaian tarif atau bea yang tidak terduga
- Permintaan dokumen teknis tambahan
- Penahanan pengiriman sementara atau pemeriksaan fisik
- Penolakan izin produk yang diatur Lartas
Keterlambatan ini dapat dihindari ketika perusahaan secara proaktif memperbarui kode HS mereka setiap kali spesifikasi produk berubah, sehingga membantu importir merasa memegang kendali dan yakin bahwa pengiriman mereka akan berjalan lancar.
- Lartas Indonesia: Daftar Produk Terbatas & Persyaratan Perizinan Impor
- Mengapa Anda Membutuhkan Pemegang Lisensi Produk untuk Mengimpor dan Mendistribusikan ke Indonesia
- Bagaimana Restrukturisasi Impor Membantu Bisnis Mendapatkan Manfaat dari Kode HS dan FTA
Bagaimana Klasifikasi Kode HS Bekerja Berdasarkan Sistem Tarif Indonesia
Di Indonesia, sistem kode HS diterapkan melalui BTKI(Buku Tarif Kepabeanan Indonesia)yang dibangun dari Harmonized System yang dikelola oleh World Customs Organization (WCO). Artinya, Indonesia mengikuti struktur dasar yang sama dengan yang digunakan di seluruh dunia dan menambahkan rinciannya sendiri untuk mematuhi peraturan nasional.
Kerangka klasifikasi berfungsi sebagai berikut:
- Sistem Harmonisasi WCO (HS): Menyediakan struktur 6 digit global
- AHTN (Nomenklatur Tarif Harmonisasi ASEAN): Menambah keselarasan regional
- BTKI: Menambahkan tingkat detail akhir Indonesia, termasuk garis tarif dan peraturan impor
BTKI menentukan bagaimana suatu produk diklasifikasikan, kode HS pada akhirnya menentukan tarif, penilaian pabean, dan apakah suatu barang memerlukan izin khusus berdasarkan aturan Lartas. Memilih kode yang benar memastikan izin impor dapat diterbitkan tanpa penundaan.
Bagaimana Kode HS Menentukan Izin Impor di Indonesia
Bea Cukai menggunakan kode HS sebagai landasan dalam semua keputusan impor. Setelah kiriman diklasifikasikan berdasarkan kode tertentu, bea cukai dapat segera mengidentifikasi:
- Tarif dan bea yang berlaku
- Total pajak yang terutang
- Apakah produk tersebut termasuk Lartas sehingga memerlukan izin impor khusus
Jika kode HS salah, bea cukai dapat menerapkan tarif yang salah atau persyaratan izin yang salah, sehingga menyebabkan penundaan atau penolakan, sehingga klasifikasi yang akurat sangat penting untuk kelancaran proses impor.
Apa Yang Terjadi Jika Kode HS Salah?

Klasifikasi kode HS yang salah di Indonesia mengganggu proses bea cukai dan membuat importir menghadapi risiko tambahan. Kesalahan klasifikasi memerlukan koreksi segera dan dapat memicu pemeriksaan tambahan.
Konsekuensi utamanya meliputi:
- Koreksi Bea dan Pajak: Jika kode HS yang salah menyebabkan Anda membayar bea lebih sedikit, Anda harus memberi tahu pihak pengangkut agar mereka dapat mengubah pernyataan tersebut. Importir selalu bertanggung jawab untuk melakukan koreksi ini.
- Intervensi Pembawa: Ketika bea dan pajak melebihi jumlah kewajiban yang ditetapkan untuk pasar lokal, pengangkut biasanya akan menghubungi importir sebelum menyelesaikan pengiriman.
- Permintaan dan Inspeksi Dokumen: Bea Cukai dapat meminta dokumen teknis atau melakukan pemeriksaan fisik.
- Masalah Izin: Jika kode HS yang benar menempatkan produk tersebut di bawah Lartas, izin impor yang hilang harus diperoleh sebelum dikeluarkan.
- Kemungkinan Sanksi Administratif: Pernyataan yang salah dapat mengakibatkan peringatan atau denda.
Masalah ini dapat dihindari ketika bisnis memvalidasi klasifikasi kode HS mereka sebelum mengatur pengiriman.
Kapan Bisnis Harus Meninjau Kode HS Sebelum Mengimpor
Importir harus meninjau klasifikasi kode HS mereka pada beberapa tahapan penting untuk menghindari penundaan atau persyaratan yang tidak terduga. Karena BTKI Indonesia dan Sistem Harmonisasi dapat berubah seiring berjalannya waktu, penting untuk memastikan kode HS untuk Indonesia tetap akurat sebelum pengiriman apa pun diatur.
Importir harus memeriksa ulang kode HS ketika memperkenalkan produk baru, memperbarui spesifikasi, menyiapkan izin, memperkirakan bea, atau menanggapi perubahan peraturan untuk mencegah penundaan dan memastikan kepatuhan.
- Memperkenalkan Produk Baru: Item baru mungkin termasuk dalam kategori berbeda atau memerlukan evaluasi teknis.
- Memperbarui Spesifikasi Produk: Perubahan bahan, fungsi, atau desain dapat menggeser kode HS yang benar.
- Mempersiapkan Izin Impor: Memastikan kode HS bersifat final membantu memastikan apakah produk tersebut adalah Lartas dan apakah diperlukan persetujuan tambahan.
- Memperkirakan Bea dan Pajak: Kode yang akurat mencegah perbedaan tarif yang tidak terduga pada saat izin.
- Menanggapi Pembaruan Peraturan: Perubahan kode BTKI dan HS ASEAN dapat mempengaruhi aturan klasifikasi.
Memverifikasi kode HS sejak dini membantu importir merasa siap dan yakin bahwa izin impor mereka akan sejalan dengan kategori peraturan yang benar, sehingga mengurangi kekhawatiran di menit-menit terakhir.
Jalur yang Jelas Menuju Registrasi Produk di Indonesia
Formulir dapat diisi dengan url website sebenarnya.

Dapatkan Izin Impor Tepat Waktu dengan Kode HS yang Tepat
Banyak penundaan dalam proses impor di Indonesia terjadi jauh sebelum kargo tiba, sering kali disebabkan oleh kesalahan klasifikasi kode HS. Ketika bisnis menggunakan kode HS Indonesia yang benar, mereka menghindari pemeriksaan yang tidak perlu, mencegah masalah terkait Lartas, dan memastikan izin impor dikeluarkan tepat waktu.
InCorp Indonesia (sebuah Perusahaan Ascentium) mendukung importir melalui:
- Verifikasi kode HS untuk memastikan klasifikasi produk Anda selaras dengan struktur BTKI Indonesia.
- Bantuan izin impor untuk mencegah penundaan yang disebabkan oleh dokumentasi yang tidak lengkap atau tidak cocok.
- Pemeriksaan peraturan untuk memastikan apakah suatu produk dikategorikan sebagai dibatasi (Lartas) sebelum perencanaan pengiriman.
- Tinjauan kepatuhan untuk bea, pajak, dan dokumen pendukung yang diperlukan selama bea cukai.
- Penasihat untuk peluncuran produk baru untuk mengidentifikasi klasifikasi dan persyaratan izin secara dini, meminimalkan risiko operasional.
Lengkapi formulir di bawah ini untuk mendapatkan klasifikasi kode HS yang akurat dan mendapatkan izin impor yang diperlukan tanpa gangguan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kode HS yang benar menjamin kelancaran proses bea cukai, perhitungan bea masuk yang akurat, dan penerbitan izin impor tepat waktu. Kesalahan dapat menyebabkan penundaan, pemeriksaan, atau penolakan terhadap produk yang diatur oleh Lartas.
Indonesia menggunakan BTKI, yang didasarkan pada sistem HS 6 digit global, diperluas oleh AHTN untuk penyelarasan ASEAN, dan diselesaikan dengan jalur tarif dan aturan impor khusus Indonesia.
Kode HS yang salah dapat memicu koreksi bea, permintaan dokumen tambahan, pemeriksaan fisik, masalah izin, atau sanksi administratif. Bea Cukai akan menghentikan pengiriman sampai klasifikasinya ditetapkan.
Importir harus memeriksa kembali kode HS ketika meluncurkan produk baru, mengubah spesifikasi produk, menyiapkan izin impor, memperkirakan bea masuk, atau menanggapi pembaruan peraturan seperti revisi BTKI.
Ya. Bea Cukai menggunakan kode HS untuk memeriksa apakah suatu produk tergolong Lartas (dibatasi). Kode HS yang benar memastikan izin impor sesuai dengan persyaratan peraturan dan mencegah penundaan izin.
Pos HS Code Indonesia: Cara Mendapatkan Persetujuan Izin Impor Tanpa Penundaan muncul pertama kali di InCorp Indonesia.