789BNi
Aplikasi Game Terbesar di Indonesia
DOWNLOAD APP

Jajanan Impor di Indonesia: Cara Kerja Proses Impor

Jajanan Impor di Indonesia: Cara Kerja Proses Impor


Impor makanan ringan ke Indonesia memerlukan beberapa langkah, termasuk permohonan izin dan registrasi produk, yang dapat memakan waktu beberapa minggu. Memahami jadwal pengiriman membantu importir merencanakan pengiriman dan menghindari penundaan yang tidak terduga.

Sektor barang konsumsi dalam kemasan (CPG) dan barang konsumen fast moving (FMCG) yang berkembang pesat di Indonesia menarik perhatian merek makanan ringan global, namun pengawasan pemerintah tetap ketat, terutama untuk produk makanan kemasan.

Lapisan peraturan ini sering kali memperlambat masuknya impor, sehingga bantuan impor terstruktur menjadi penting untuk memastikan kepatuhan yang lancar dan distribusi yang tepat waktu.

Mengapa Impor Makanan Ringan ke Indonesia Itu Rumit 

Mengimpor makanan ringan ke Indonesia merupakan sebuah tantangan karena peraturan yang ketat dan terus berubah. Permendag 23/2025 memberlakukan kontrol yang lebih ketat terhadap impor makanan dan minuman, yang berdampak pada cara merek makanan ringan merencanakan pengirimannya dan menjaga kepatuhan. Faktor-faktor utama yang meningkatkan kompleksitas meliputi:

  • Kategori impor terkontrol yang memerlukan persetujuan khusus
  • Batasan kuota pada produk makanan kemasan tertentu
  • Pengawasan yang lebih ketat terhadap barang-barang konsumen yang bergerak cepat (FMCG) di titik-titik masuk

Selain peraturan perdagangan, BPOM menetapkan persyaratan teknis untuk keamanan, pelabelan, dan registrasi produk. Kewajiban utama BPOM meliputi:

  • Registrasi produk untuk setiap SKU
  • Pengujian laboratorium untuk bahan dan keamanan
  • Bahasa Indonesia labeling compliance

Langkah-langkah ini sering kali memperlambat masuknya pasar, itulah sebabnya banyak importir mengandalkan bantuan impor terstruktur agar merasa didukung dan mengurangi kekhawatiran kepatuhan.

Peraturan dan Persyaratan Impor Makanan Ringan Impor di Indonesia 

Jajanan Impor di Indonesia: Cara Kerja Proses Impor

Impor makanan ringan impor ke Indonesia memerlukan kepatuhan terhadap prosedur ketat yang diawasi oleh BPOM dan Kementerian Perdagangan. Produk makanan ringan tidak dapat diedarkan sebelum mendapat persetujuan resmi dari BPOM. Hal ini berlaku untuk semua barang konsumen dalam kemasan, termasuk produk makanan kemasan yang diimpor melalui jalur FMCG. Importir harus memastikan langkah-langkah berikut:

BPOM Distribution Permit 

Sebelum suatu produk makanan ringan masuk ke pasar eceran, BPOM harus menerbitkan aIzin Edar (Izin Edar). Hal ini menegaskan bahwa produk tersebut telah lulus tinjauan keamanan, pemeriksaan formulasi, dan evaluasi pelabelan.

Registrasi Produk untuk Setiap SKU 

Setiap varian snack harus terdaftar tersendiri di BPOM. Importir harus menyerahkan:

  • Daftar bahan lengkap
  • Informasi nutrisi
  • Sampel kemasan

Hal ini memastikan ketertelusuran dan konsistensi di semua jenis produk.

Kesesuaian dengan Standar Pelabelan Indonesia 

Label harus memenuhi persyaratan Indonesia, antara lain:

  • Bahasa Indonesia descriptions
  • Fakta dan bahan nutrisi
  • Pernyataan alergen
  • Tanggal produksi dan kadaluwarsa
  • Nama dan alamat importir

Detail tersebut harus tertera jelas pada setiap kemasan agar memenuhi standar BPOM.

BACA SELENGKAPNYA:
  • Mengapa Anda Membutuhkan Pemegang Lisensi Produk untuk Mengimpor dan Mendistribusikan ke Indonesia
  • Bagaimana Restrukturisasi Impor Membantu Bisnis Mendapatkan Manfaat dari Kode HS dan FTA
  • Pengertian Penilaian HS Code: Pentingnya dan Cara Pengecekannya

Izin Impor yang masih berlaku (API-U/API-P) 

Importir harus memiliki izin impor yang benar dan sesuai dengan kegiatan usahanya. Izin ini menentukan siapa yang secara hukum diperbolehkan mengimpor dan mendistribusikan produk FMCG.

Dokumentasi Impor Wajib 

Importir wajib menyiapkan dokumentasi yang lengkap, seperti:

  • Faktur dan daftar pengepakan
  • Klasifikasi kode HS
  • Sertifikat analisis (bila berlaku)
  • Bukti kepatuhan terhadap kewajiban kepatuhan rantai pasokan

Dokumentasi yang akurat adalah kunci untuk menghindari penundaan bea cukai atau penolakan produk.

Pemantauan Pasca Impor 

Bahkan setelah mendapat persetujuan, BPOM dapat melakukan pemeriksaan seperti:

  • Inspeksi fasilitas
  • Pengambilan sampel acak
  • Verifikasi kepatuhan yang sedang berlangsung

Pemantauan ini memastikan makanan ringan impor tetap aman dan patuh sepanjang siklus distribusinya.

Tantangan Impor Umum yang Dihadapi Merek Makanan Ringan Impor 

Importir makanan ringan impor seringkali menghadapi kendala operasional dan peraturan yang memperlambat masuknya pasar. Tantangan-tantangan ini mempengaruhi dokumentasi, perizinan bea cukai, dan kepatuhan rantai pasokan secara keseluruhan untuk barang kemasan konsumen dan pengiriman FMCG.

  • Kesalahan dalam klasifikasi Kode HS, Deskripsi Produk, atau Pelabelan: Hal ini seringkali menyebabkan penundaan atau penolakan di bea cukai. Menerapkan proses peninjauan menyeluruh dapat membantu importir mencegah masalah ini dan memastikan kelancaran perizinan.
  • Keterlambatan yang Disebabkan oleh Inspeksi Kesehatan dan Keselamatan: Produk makanan kemasan mungkin harus menjalani pemeriksaan lebih lama jika sertifikasi atau informasi pendukung tidak lengkap.
  • Bea dan Pajak Lebih Tinggi: Klasifikasi produk yang salah dapat mengakibatkan makanan ringan ditempatkan pada kategori tarif dengan tarif lebih tinggi.
  • Batasan Jenis Makanan Ringan Tertentu: Kategori bahan atau makanan ringan tertentu mungkin ada dalam daftar terbatas, sehingga meningkatkan risiko penundaan atau penolakan.

Bagaimana Bantuan Impor Mendukung Masuknya Pasar Makanan Ringan Impor 

Mengimpor makanan ringan impor ke Indonesia memerlukan izin, dokumentasi, dan pemeriksaan kepatuhan. Bantuan impor profesional dapat membuat Anda merasa lebih terkendali dan percaya diri dalam proses memasuki pasar.

  • Pengkajian Izin Impor & Penyiapan Dokumen: Tinjau produk dan kebutuhan bisnis Anda, siapkan dokumen yang diperlukan, termasuk NIB melalui sistem OSS, dan identifikasi izin yang benar.
  • Bantuan Izin Impor: Berkoordinasi dengan BKPM dan Kementerian Perdagangan sambil memberi nasihat tentang kode HS, peraturan, dan persyaratan perizinan.
  • Kepatuhan & Penasihat yang Berkelanjutan: Memberikan panduan berkelanjutan untuk menjaga dokumentasi, pelabelan, dan prosedur tetap selaras dengan standar peraturan Indonesia.

Dukungan ini membantu merek makanan ringan mengimpor produk dengan lebih efisien dan dengan risiko peraturan yang lebih sedikit.

Jalur yang Jelas Menuju Registrasi Produk di Indonesia

Formulir dapat diisi dengan url website sebenarnya.

Perkuat Strategi Impor Makanan Ringan Anda dengan InCorp 

Untuk menyederhanakan perjalanan impor dan menghindari penundaan yang mahal, perusahaan makanan ringan dapat mengandalkan InCorp Indonesia (sebuah Perusahaan Ascentium), yang dirancang khusus untuk barang-barang yang diatur seperti produk makanan kemasan.

  • Memastikan izin impor Anda diterapkan dengan benar dan sepenuhnya sesuai
  • Tinjau produk Anda untuk menentukan pendekatan lisensi yang tepat
  • Menyiapkan dan mengelola semua dokumentasi yang diperlukan, termasuk NIB
  • Berkoordinasi langsung dengan BKPM dan Kementerian Perdagangan
  • Memberi nasihat tentang kode HS, peraturan, dan persyaratan khusus makanan ringan
  • Memberikan dukungan kepatuhan berkelanjutan untuk mencegah penalti atau penolakan

Isi formulir di bawah ini untuk fokus pada pertumbuhan sambil memastikan setiap langkah regulasi dikelola dengan benar dari awal hingga akhir.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa impor makanan ringan ke Indonesia dianggap rumit?

Impor makanan ringan harus mematuhi peraturan ketat dalam Permendag 23/2025 dan BPOM, termasuk kuota, pemeriksaan keamanan, aturan pelabelan, dan registrasi produk berbasis SKU.

Apa saja persyaratan BPOM yang harus dipatuhi importir makanan ringan?

Importir harus mendaftarkan setiap SKU, menyelesaikan pengujian laboratorium, mendapatkan Izin Edar BPOM, dan memastikan semua label memenuhi standar Indonesia—termasuk deskripsi dalam Bahasa Indonesia dan informasi nutrisi.

Izin impor apa saja yang diperlukan untuk membawa makanan ringan ke Indonesia?

Izin impor yang sah (API-U atau API-P) diperlukan, bersama dengan dokumen impor lengkap seperti faktur, daftar pengepakan, kode HS, sertifikat analisis, dan catatan kepatuhan.

Tantangan umum apa yang dihadapi merek makanan ringan selama impor?

Masalah yang sering terjadi antara lain klasifikasi kode HS yang salah, kesalahan pelabelan, dokumentasi yang tidak lengkap, keterlambatan bea cukai, pemeriksaan kesehatan, dan pembatasan bahan makanan ringan tertentu.

Bagaimana bantuan impor dapat membantu merek makanan ringan masuk ke Indonesia dengan lebih lancar?

Spesialis impor membantu dalam penilaian izin, pemetaan kode HS, persiapan dokumentasi, koordinasi BPOM, dan kepatuhan berkelanjutan—mengurangi penundaan dan memastikan pengiriman memenuhi semua standar peraturan.

Pos Makanan Ringan Impor di Indonesia: Cara Kerja Proses Impor yang Sebenarnya muncul pertama kali di InCorp Indonesia.


Previous Article

Cara membuat otomatisasi berfungsi untuk PPC gen prospek

Write a Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to our Newsletter

Subscribe to our email newsletter to get the latest posts delivered right to your email.
Pure inspiration, zero spam ✨