Kapasitas energi terbarukan di Indonesia diperkirakan akan meningkat menjadi 38,1 GW pada tahun 2035, naik dari 8,4 GW pada tahun 2024. Perluasan ini menyiratkan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 14,7 persen, yang didorong oleh dukungan kebijakan dan pengembangan proyek skala besar, meskipun pembangkit listrik tenaga panas masih dominan.
PV tenaga surya diperkirakan akan memimpin pertumbuhan, meningkat dari 0,9 GW menjadi 23,2 GW, didukung oleh tenaga surya terapung, proyek skala utilitas, dan program rooftop. Kapasitas pembangkit listrik tenaga angin darat diproyeksikan meningkat dari 0,15 GW menjadi 2,6 GW, sementara kapasitas panas bumi diperkirakan meningkat dari 2,6 GW menjadi 5,5 GW, memanfaatkan basis sumber daya Indonesia yang kuat dan mekanisme pembiayaan yang ditargetkan.
Meskipun pertumbuhan energi terbarukan pesat, pembangkit listrik tenaga batu bara dan gas akan terus mendukung pasokan. Kapasitas batu bara diproyeksikan akan meningkat dari 55,6 GW menjadi 61,4 GW, dan gas dari 29,1 GW menjadi 36 GW pada tahun 2035, yang mencerminkan perlunya stabilitas beban dasar di seluruh jaringan listrik pulau-pulau di Indonesia. Prospeknya mengarah pada strategi jalur ganda, yaitu mempercepat energi terbarukan dan melanjutkan kapasitas termal untuk menjaga keandalan sistem.
Pos Kapasitas energi terbarukan Indonesia yang diproyeksikan mencapai 38,1 GW pada tahun 2035 muncul pertama kali di Infrastruktur Asia Tenggara.