Hanya butuh waktu kurang dari 70 detik hingga kontroversi antara Liverpool dan Manchester United meletus di Anfield.
Para pendukung tandang dibuat delirium tepat setelah menit pembukaan ketika Bryan Mbeumo membawa tim tamu memimpin dengan tendangan kuat yang menaklukkan kiper Liverpool Giorgi Mamardashvili di tiang dekatnya.
Saat Mbeumo dan rekan satu timnya pergi untuk merayakannya, kamera menunjukkan gelandang Liverpool Alexis Mac Allister berbaring di tanah dan memegangi kepalanya.
Setiap kali seorang pemain mengalami cedera kepala, wasit telah diinstruksikan untuk menghentikan permainan karena tindakan keamanan.
Namun, wasit Michael Oliver tidak menghentikan permainan karena Mbeumo diizinkan melaju dan mencetak gol.
Meskipun beberapa pemirsa dan penggemar mungkin bingung mengapa Oliver tidak meniup peluitnya, Langit Komentator olahraga Peter Drury segera menjelaskan semuanya.
Mengapa gol Mbeumo diperbolehkan meski Mac Allister mengalami cedera kepala?
“Informasi yang kami peroleh dari PGMOL adalah wasit tidak melihat cedera tersebut sehingga wasit tidak bisa menghentikan pertandingan,” kata Drury.
Seandainya Oliver melihat kejadian tersebut, dia bisa saja menghentikan permainan dan akibatnya mencegah gol Mbeumo.
Yang lebih memperburuk kesengsaraan Liverpool di awal pertandingan, tayangan ulang menunjukkan tidak ada pelanggaran yang terjadi karena sebenarnya momen persahabatanlah yang menyebabkan Mac Allister terjatuh ke lapangan.
Saat Mac Allister dan Mbeumo berebut bola tinggi, bek tengah Liverpool Virgil van Dijk bangkit untuk menyundul bola.
Namun dalam proses melompat untuk merebut bola, Van Dijk menyikut bagian belakang kepala Mac Allister.
Untungnya, pemain internasional Argentina itu diizinkan untuk melanjutkan tetapi harus menampilkan penampilan yang agak unik.



Sekembalinya ke lapangan, Mac Allister mengenakan tutup kepala pelindung yang terlihat seperti perenang yang sinkron.
Bagaimana kelanjutan kontes ini?
Meski United mengawali pertandingan dengan mimpi buruk, Liverpool bisa dan mungkin seharusnya bisa menyamakan kedudukan.
Cody AgatUmpan silangnya sedikit meleset Bruno Fernandes dan membentur tiang, dengan upaya Mohamed Salah pada rebound diselamatkan oleh Senne Lammens.
Pemain termahal asal Inggris Alexander Isak mendapat peluang emas untuk menyamakan skor pada menit ke-35 saat mendapat umpan dari Ibrahima Konate.
Namun, Lammens berhasil mengalihkan upaya Isak dengan sepatunya, memperpanjang penantian pemain asal Swedia itu untuk mencetak gol liga pertamanya musim ini.
Gakpo juga nyaris memasukkan bola ke gawangnya sendiri di akhir babak pertama ketika ia berusaha menghalau umpan silang Fernandes, namun usahanya melambung di atas mistar dan mendarat di atas gawang.


Namun Gakpo di sisi lain lapangan tidak melakukan kesalahan pada menit ke-78 ketika ia memanfaatkan umpan silang Federicho Chiesa dari kiri untuk menyamakan skor.
Sayangnya bagi tuan rumah, akan ada satu perubahan terakhir yang terjadi melalui dahi Harry Maguire.
Pemain internasional Inggris itu melampaui Konate untuk meneruskan umpan silang Fernandes untuk mengamankan kemenangan penting 2-1 bagi tim tamu.