Para peneliti di Universitas Teknologi Guangdong di Tiongkok telah merilis kumpulan data yang menghubungkan perdagangan global tanaman pangan utama seperti gandum, kedelai, beras, dan jagung dengan data tentang di mana dan bagaimana tanaman tersebut diproduksi, untuk memperkirakan di mana hilangnya keanekaragaman hayati terjadi seiring perpindahan pangan melalui perdagangan internasional. Kumpulan data ini menggabungkan catatan perdagangan antar negara dari PBB dengan data produksi pertanian dan koefisien hilangnya keanekaragaman hayati yang memperkirakan hilangnya spesies terkait dengan perubahan penggunaan lahan, yang mencakup periode 1995 hingga 2022. Hal ini memungkinkan kita melihat bagaimana hilangnya keanekaragaman hayati terkait dengan produksi tanaman dapat terjadi di satu negara sebagai akibat dari permintaan pangan di negara lain—misalnya, ketika meningkatnya permintaan global akan kedelai dikaitkan dengan konversi hutan di beberapa bagian Brasil dan Argentina. Kumpulan data ini memungkinkan para peneliti untuk memeriksa pola jangka panjang dan mengidentifikasi jalur perdagangan yang terkait dengan tekanan ekologis yang lebih tinggi.
Dapatkan Datanya.
Kredit Gambar: Renaldo Matamoro