Analisis benchmarking sangat penting bagi perusahaan untuk menunjukkan komitmen mereka terhadap transfer pricing yang akurat, sehingga membuat mereka merasa bertanggung jawab dan dihargai dalam menjaga kepatuhan di Indonesia.
Selain kepatuhan, benchmarking juga mendukung kebijakan penetapan harga transfer yang konsisten, meningkatkan pengambilan keputusan di seluruh yurisdiksi, dan memperkuat kesiapan audit seiring dengan semakin rincinya lingkungan penetapan harga transfer di Indonesia dan berbasis data.
Apa itu Analisis Benchmarking dalam Transfer Pricing?
Analisis benchmarking menilai apakah harga atau margin pihak terkait berada dalam kisaran yang dapat diterima oleh perusahaan independen. Karena transfer pricing mempengaruhi bagaimana keuntungan dialokasikan antar negara, perbandingan ini diperlukan untuk menunjukkan perilaku wajar (arm’s-length behavior).
Di Indonesia, benchmarking merupakan elemen kunci dari File Lokal. Dengan meninjau hasil keuangan perusahaan atau transaksi pembanding, dunia usaha menetapkan dasar faktual untuk menentukan atau mendukung harga transfer yang mematuhi panduan OECD dan PMK-172/2023 Indonesia.
- Metode Transfer Pricing di Indonesia: Panduan Bisnis Multinasional
- Bagaimana TP Catalyst Meningkatkan Strategi Penetapan Harga Transfer Bisnis Anda
- Dokumentasi Transfer Pricing (TP Doc): Yang Perlu Anda Ketahui
Mengapa Analisis Benchmarking Penting untuk Dokumentasi Transfer Pricing
Benchmarking memperkuat dokumentasi transfer pricing dengan memberikan bukti objektif dibandingkan mengandalkan asumsi internal. Beberapa elemen menyoroti pentingnya hal ini:
- Menemukan Perbandingan yang Relevan: Pembandingan (benchmarking) mengidentifikasi perusahaan-perusahaan independen atau transaksi-transaksi yang sangat mirip dengan aktivitas yang dikendalikan oleh wajib pajak, sehingga membentuk landasan pengujian wajar (arm’s-length test).
- Menggunakan Data Pasar yang Andal: Akses terhadap database keuangan dan sumber industri yang terpercaya memastikan bahwa kesimpulan mencerminkan kondisi aktual yang mempengaruhi sektor pembayar pajak.
- Mendukung Dokumentasi yang Jelas: Hasil benchmarking diintegrasikan langsung ke dalam TP Doc, memberikan dasar yang transparan dan dapat ditelusuri untuk menjelaskan keputusan penetapan harga.
- Menjaga Konsistensi Lintas Batas: Pendekatan benchmarking yang terpadu memungkinkan kelompok multinasional untuk mempertahankan posisi transfer pricing yang koheren di seluruh yurisdiksi, termasuk Indonesia.
- Memperkuat Kesiapan Audit: Tolok ukur yang didukung dengan baik membantu perusahaan menjelaskan dan mempertahankan hasil transfer pricing mereka selama peninjauan, penilaian, atau perselisihan.
Kapan Perusahaan Perlu Melakukan Analisis Benchmarking?

Di Indonesia, analisis benchmarking sangat penting untuk dokumentasi harga transfer yang akurat. Meskipun PMK-172/2023 tidak menentukan interval pembaruan yang tepat, memahami momen-momen penting, seperti selama audit atau ketika kondisi keuangan berubah, membantu perusahaan tetap patuh dan fokus.
Berikut adalah momen-momen penting ketika wajib pajak Indonesia harus melakukan atau memperbarui analisis benchmarking:
- Setiap Tiga Tahun dengan Pembaruan Penuh: Indonesia melakukannya bukan secara hukum memerlukan siklus tiga tahun, namun hal ini diterima secara luas dan sering kali diharapkan oleh auditor ketika kondisi tetap stabil.
- Setiap Tahun, dengan Update Keuangan Sebanding: Bahkan jika data yang sebanding masih sesuai, data keuangan harus diperbarui setiap tahun untuk mencerminkan kondisi pasar saat ini dan mendukung Dokumen TP tahunan.
- Selama Audit atau Sengketa: Pembandingan yang diperbarui memperkuat posisi wajib pajak dalam penilaian atau perselisihan.
- Bagian dari Dokumentasi TP Tahunan: Pembandingan diperlukan dalam File Lokal, dan wajib pajak biasanya meninjau atau memperbarui hasil setiap tahun untuk memastikan pembelaan.
Langkah-langkah ini membantu perusahaan-perusahaan Indonesia mempertahankan posisi TP yang konsisten, transparan, dan selaras dengan panduan OECD dan peraturan setempat.
Komponen Utama Analisis Pembandingan
Analisis benchmarking yang tepat bergantung pada beberapa langkah inti yang memastikan hasilnya dapat diandalkan dan dapat dipertahankan:
- Identifikasi Transaksi Terkendali: Mereka melibatkan penjualan, layanan, atau pengaturan perizinan antara pihak terkait.
- Menilai Keterbandingan: Ini mengevaluasi apakah transaksi yang dikendalikan selaras dengan transaksi independen dalam fungsi, risiko, dan aset.
- Analisis Pihak yang Diuji: Biasanya ini adalah entitas dengan operasi yang lebih sederhana, untuk memahami profil keuangan dan operasionalnya.
- Kembangkan Strategi Pencarian: Menggunakan database eksternal dengan kriteria yang selaras dengan karakteristik pihak yang diuji dan ekspektasi peraturan.
- Pilih dan Validasi Barang Sebanding: Memastikan data tersebut secara akurat mencerminkan pihak yang diuji dan memberikan data keuangan yang dapat diandalkan.
- Tentukan Rentang Panjang Lengan: Hal ini didasarkan pada hasil keuangan dari pembanding yang dipilih.
- Dokumentasikan dan Pantau Analisisnya: Menyimpan catatan yang jelas dan meninjau kembali tolok ukur secara rutin untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang terus berkembang.
Bagaimana Melakukan Analisis Benchmarking dengan Benar
Analisis benchmarking yang kuat bergantung pada akurasi, transparansi, dan pendekatan yang konsisten. Praktik-praktik berikut membantu memastikan hasil yang diperoleh dapat dipertahankan dan selaras dengan harapan di Indonesia:
- Gunakan Kriteria Seleksi yang Jelas: Proses pencarian bersifat transparan dan dapat direproduksi selama audit.
- Validasi Perbandingan yang Paling Relevan: Untuk memastikan setiap perusahaan atau transaksi yang dipilih benar-benar mencerminkan fungsi, risiko, dan aset pihak yang diuji.
- Gunakan Data Pasar Terkini: Untuk menangkap kondisi perekonomian saat ini, terutama pada industri yang berubah dengan cepat.
- Dokumentasikan Setiap Langkah dengan Hati-hati: Metodologi, alasan, dan hasil harus dapat dipahami oleh auditor dan pemangku kepentingan internal.
- Selaras dengan Kebijakan TP Seluruh Grup: Untuk memastikan kepatuhan terhadap persyaratan arsip lokal Indonesia.
Mengingat peraturan di Indonesia yang terus berkembang, berkolaborasi dengan penasihat berpengalaman dapat membantu perusahaan merasa percaya diri dan didukung dalam mempertahankan posisi transfer pricing yang patuh.
Penetapan Harga Transfer yang Lebih Cerdas
Formulir dapat diisi dengan url website sebenarnya.

Tingkatkan Tolok Ukur dan Dokumentasi TP Anda dengan InCorp
Analisis benchmarking sangat penting untuk menghasilkan dokumentasi transfer pricing yang jelas dan dapat dipertahankan di Indonesia. Dengan menggunakan data pasar nyata, perusahaan memperkuat kepatuhan, mengurangi risiko audit, dan tetap selaras dengan panduan OECD dan peraturan setempat.
InCorp Indonesia (sebuah Perusahaan Ascentium) dapat mengelola persyaratan ini secara menyeluruh, dan sebagai penyedia tersertifikasi TP Catalyst, kami memberikan dokumentasi benchmarking dan TP yang memenuhi standar internasional:
- Studi Benchmarking & Dokumentasi TP selaras dengan peraturan OECD dan Indonesia.
- Tinjauan Tolok Ukur & Pembaruan Kepatuhan untuk menjaga posisi TP tetap terkini.
- Dukungan Audit & Pengembangan Kebijakan TP disesuaikan dengan bisnis.
Isi formulir di bawah ini untuk mempertahankan posisi harga transfer yang konsisten dan dapat dipertahankan sekaligus meringankan beban administratif tim internal.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Analisis benchmarking membandingkan harga atau margin pihak terkait dengan perusahaan independen untuk memastikan bahwa transaksi mengikuti prinsip kewajaran dan mematuhi standar Indonesia dan OECD.
Ini memberikan data pasar yang obyektif, mendukung Dokumentasi TP (File Lokal), memperkuat pertahanan audit, dan memastikan keputusan penetapan harga transparan dan selaras dengan PMK-172/2023.
Pembandingan harus diperbarui setiap tahun dengan laporan keuangan terkini dan diperbarui sepenuhnya setiap tiga tahun, atau lebih cepat pada saat audit, perselisihan, atau perubahan bisnis besar.
Komponen utama mencakup identifikasi transaksi terkendali, pemilihan pihak yang diuji, pencarian perusahaan pembanding, validasi pembanding, dan penentuan rentang kewajaran yang didukung oleh dokumentasi yang jelas.
Tidak. Benchmarking mendukung dokumentasi tetapi tidak menggantikan kewajiban File Lokal atau File Master. Keduanya diwajibkan untuk mempertahankan posisi penetapan harga transfer yang patuh dan dapat dipertahankan.
Pos Peran Analisis Benchmarking dalam Dokumentasi Transfer Pricing muncul pertama kali di InCorp Indonesia.