Perusahaan minyak nasional Malaysia, PETRONAS telah menguraikan kerangka investasi hulu hingga tahun 2028, menargetkan pemeliharaan kapasitas produksi sekitar 2 juta barel setara minyak per hari (boed) di seluruh aset matang dan perairan dalam Malaysia. Strategi ini memprioritaskan optimalisasi aset, peningkatan perolehan minyak (EOR), dan pengembangan perairan dalam yang selektif dibandingkan eksplorasi perbatasan skala besar.
Program investasi ini berfokus pada peningkatan brownfield di ladang-ladang produksi utama, termasuk Belud, Sepat dan Kurma Manis, serta pengembangan perairan dalam pada kedalaman air 200–1.500 meter. Pekerjaan yang direncanakan meliputi pemasangan infrastruktur bawah laut, pembangunan pipa sepanjang lebih dari 200 km, penempatan 15–25 pohon bawah laut, dan peningkatan kapasitas pemrosesan hingga 200.000 boed. Pelaksanaan proyek dijadwalkan antara tahun 2026 dan 2028, meliputi tahap rekayasa, instalasi bawah laut, dan permulaan produksi.
PETRONAS juga memajukan inisiatif dekarbonisasi di bawah klaster BIGST (Bujang, Inas, Guling, Sepat dan Tujoh), yang menargetkan pengurangan emisi operasional sebesar 40–50 persen pada tahun 2028 melalui elektrifikasi platform, sistem pengelolaan metana, integrasi energi terbarukan, dan proyek percontohan penangkapan karbon. Rencana investasi hulu mendukung tujuan ketahanan energi Malaysia sekaligus mempertahankan pasokan dalam negeri, mendukung kebutuhan bahan baku LNG, dan memperkuat sektor jasa ladang minyak lokal.
Pos PETRONAS menguraikan kerangka investasi hulu di Malaysia muncul pertama pada Infrastruktur Asia Tenggara.