789BNi
Aplikasi Game Terbesar di Indonesia
DOWNLOAD APP

SAK vs IFRS: Standar Akuntansi Perusahaan Asing

SAK vs IFRS: Standar Akuntansi Perusahaan Asing


Perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia seringkali mengutamakan masuknya pasar dan perencanaan pajak, sedangkan SAK(Standar Akuntansi Keuangan)ditangani nanti. SAK sangat penting dalam pelaporan undang-undang, audit, dan kepatuhan pajak, sehingga menjadikannya sebagai pertimbangan utama sejak awal. Mengatasi tantangan implementasi yang umum dapat membantu perusahaan merencanakan persyaratan kepatuhan dengan lebih efektif.

Indonesia tidak menerapkan IFRS (International Financial Reporting Standards) secara langsung. Perusahaan harus mengikuti SAK, yang didasarkan pada IFRS namun disesuaikan dengan persyaratan peraturan setempat. Artikel ini menjelaskan perbedaan SAK dengan IFRS, bagaimana PSAK berdasarkan DSAK IAI menyusun standar akuntansi Indonesia, dan bagaimana perusahaan asing dapat menyelaraskan kepatuhan lokal dengan kebutuhan pelaporan grup.

Mengapa Standar Akuntansi Penting bagi Perusahaan Asing 

Bagi perusahaan asing, standar akuntansi di Indonesia secara langsung mempengaruhi cara bisnis dievaluasi oleh regulator, auditor, dan otoritas pajak. Laporan keuangan tidak diperlakukan sebagai catatan internal. Dokumen-dokumen tersebut berfungsi sebagai referensi utama untuk penilaian pajak, audit undang-undang, dan pengajuan peraturan sepanjang siklus hidup perusahaan.

Penggunaan kerangka yang benar berdasarkan SAK dan PSAK memastikan bahwa pendapatan, aset, beban, dan transaksi mata uang asing diakui sesuai dengan persyaratan otoritas Indonesia. Ketika perlakuan akuntansi tidak sesuai dengan standar setempat, perusahaan mungkin menghadapi keterlambatan audit, penyesuaian pajak, atau tantangan dalam mendistribusikan laba atau pelaporan kepada pemegang saham.

Bagi investor asing, standar akuntansi berfungsi sebagai mekanisme kontrol dan bukan formalitas. Penerapan standar akuntansi di Indonesia dengan benar sejak awal membantu menjaga kepastian peraturan, mengurangi risiko kepatuhan, dan memungkinkan pelaporan lokal mendukung keputusan operasional dan pengawasan keuangan tingkat grup.

BACA SELENGKAPNYA:
  • Alasan Utama Memilih Outsourcing Akuntansi di Indonesia
  • Cara Memastikan Kepatuhan Akuntansi dan Pajak di Indonesia: Jalan Pintasnya
  • 23 Istilah Akuntansi, Pajak, dan Pembukuan di Indonesia

Apa itu SAK dan Bagaimana Keselarasannya dengan IFRS 

SAK(Standar Akuntansi Keuangan)adalah kerangka akuntansi resmi Indonesia yang dikeluarkan oleh DSAK IAI. Peraturan ini mengatur bagaimana perusahaan menyiapkan laporan keuangan berdasarkan standar akuntansi Indonesia dan wajib untuk pelaporan, audit, dan kepatuhan pajak.

Apa yang Dicakup SAK 

SAK menetapkan aturan bagaimana informasi keuangan dicatat dan disajikan, antara lain:

  • Pengakuan pendapatan, beban, aset, dan liabilitas
  • Prinsip pengukuran dan penilaian, termasuk konsep nilai wajar
  • Struktur laporan keuangan dan persyaratan pengungkapan
  • Standar yang digunakan oleh auditor dan otoritas pajak sebagai tolok ukur kepatuhan

Bagaimana SAK Berhubungan dengan IFRS 

SAK terutama dikembangkan berdasarkan IFRS, yang membantu perusahaan asing menyelaraskan pelaporan lokal dan grup:

  • Prinsip akuntansi inti mengikuti konsep IFRS
  • Standar individual diterbitkan sebagai PSAK, banyak di antaranya mencerminkan topik IFRS
  • Bidang-bidang utama seperti pendapatan, sewa, dan instrumen keuangan mengadopsi pendekatan berbasis IFRS

Perbedaan Utama Antara SAK dan IFRS 

Meskipun ada penyelarasan, SAK bukanlah replika IFRS yang lengkap:

  • Beberapa standar PSAK diadopsi lebih lambat dibandingkan standar IFRS
  • Penyesuaian lokal mencerminkan peraturan perpajakan dan praktik regulasi di Indonesia
  • Pengungkapan tambahan mungkin diperlukan berdasarkan standar akuntansi di Indonesia

Mengatasi perbedaan antara IFRS dan SAK sejak dini membantu perusahaan asing merasa siap dan mampu menjaga kepatuhan sekaligus mendukung kebutuhan pelaporan kelompok.

Standar Apa yang Harus Digunakan Perusahaan Asing di Indonesia? 

SAK vs IFRS: Standar Akuntansi Perusahaan Asing

Pelaporan keuangan di Indonesia mengikuti aturan khusus yang secara langsung mempengaruhi cara perusahaan asing menyiapkan laporan keuangannya. Semua laporan keuangan wajib mematuhi PSAK, yang merupakan inti dari SAK dan mendefinisikan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia.

Berdasarkan PSAK, perusahaan diharuskan menerapkan pedoman yang jelas dalam beberapa bidang utama:

  • Pengakuan pendapatan, dengan perlakuan khusus tergantung pada sifat bisnis dan industri
  • Penilaian dan penyusutan aset, termasuk aturan mengenai metode revaluasi dan amortisasi aset tetap
  • Akuntansi persediaan umumnya menggunakan metode FIFO (First In, First Out) atau biaya rata-rata tertimbang, yang keduanya dapat mempengaruhi laba yang dilaporkan dan paparan pajak.
  • Transaksi mata uang asing yang wajib dicatat dan dijabarkan sesuai dengan PSAK, khususnya bagi pelaku usaha yang melakukan perdagangan lintas batas negara

Bagi perusahaan asing, persyaratan ini berarti bahwa laporan keuangan harus disusun sesuai dengan SAK dan PSAK, meskipun pelaporan grup didasarkan pada IFRS. Penerapan standar yang benar memastikan bahwa laporan keuangan diterima untuk audit, penilaian pajak, dan tinjauan peraturan di Indonesia.

Penyesuaian Penting Saat Mengonversi Catatan Berbasis IFRS ke SAK 

Perusahaan milik asing memerlukan struktur pelaporan yang menyeimbangkan standar akuntansi Indonesia dengan persyaratan konsolidasi global. Dalam praktiknya, hal ini berarti memilih model yang menjaga kepatuhan SAK tetap utuh sekaligus mendukung pelaporan IFRS di tingkat grup.

Model Pelaporan Standar yang Digunakan PT PMA 

Sebagian besar perusahaan milik asing mengadopsi model yang mengutamakan SAK dan direkonsiliasi dengan IFRS, dimana:

  • Transaksi harian dicatat dalam SAK dan PSAK
  • Jadwal konversi IFRS disiapkan setiap triwulan atau tahunan untuk pelaporan induk
  • Laporan keuangan wajib tetap sepenuhnya mematuhi peraturan setempat
  • Beban kerja administratif tetap efisien tanpa duplikasi buku besar

Dalam situasi yang lebih kompleks, perusahaan dapat menggunakan buku besar SAK dan IFRS paralel, terutama ketika:

  • Perusahaan tersebut berada dalam pengawasan OJK
  • Ada persyaratan pelaporan pembiayaan lintas batas atau pemberi pinjaman
  • Investor memerlukan laporan keuangan IFRS real-time
  • Diperlukan kesatuan bagan akun untuk memetakan SAK dan IFRS secara konsisten

Mengapa Penataan Dini Penting 

Menetapkan struktur pelaporan terintegrasi sejak dini memungkinkan CFO dan pengontrol untuk:

  • Kelola pelaporan undang-undang, pajak, dan investor secara bersamaan
  • Mengurangi risiko audit dan rekonsiliasi
  • Beradaptasi dengan lancar seiring dengan konvergensi SAK dengan IFRS

Menguasai Perpajakan Badan di Indonesia

Formulir dapat diisi dengan url website sebenarnya.

Sederhanakan Akuntansi Indonesia dan Tetap Mematuhi InCorp 

Dengan pengaturan yang tepat, kepatuhan tidak akan memperlambat pertumbuhan. Memanfaatkan layanan akuntansi profesional di Indonesia membantu memastikan pembukuan yang sesuai dengan SAK dan pelaporan siap audit, sementara dukungan konsultasi pajak menjaga perlakuan akuntansi selaras dengan peraturan perpajakan setempat.

InCorp Indonesia (sebuah Perusahaan Ascentium) mendukung perusahaan asing dalam bidang akuntansi, pelaporan, dan kepatuhan pajak, sehingga tim manajemen dapat fokus pada operasional dengan percaya diri melalui:

  • Akuntansi pembukuan sesuai SAK dan PSAK
  • Pelaporan keuangan untuk rekonsiliasi IFRS dan kesiapan audit
  • Konsultasi perpajakan selaras dengan peraturan perpajakan Indonesia

Isi formulir di bawah ini untuk membangun kerangka akuntansi yang patuh dan efisien dengan percaya diri.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu SAK dan mengapa perusahaan asing harus mengikutinya di Indonesia?

SAK (Standar Akuntansi Keuangan) adalah kerangka akuntansi resmi di Indonesia. Semua perusahaan asing harus mengikuti SAK untuk pelaporan undang-undang, kepatuhan pajak, dan audit, meskipun grup mereka menggunakan IFRS.

Apa perbedaan SAK dengan IFRS?

SAK didasarkan pada IFRS tetapi mencakup penyesuaian lokal, jadwal penerapan selanjutnya, dan pengungkapan tambahan yang diwajibkan oleh regulator di Indonesia. Perusahaan harus mengkonversi catatan berbasis IFRS untuk memenuhi persyaratan PSAK.

Standar akuntansi apa yang harus digunakan perusahaan PT PMA di Indonesia?

Perusahaan PT PMA wajib menyusun laporan keuangan wajib dengan menggunakan PSAK berdasarkan SAK. IFRS hanya dapat digunakan untuk konsolidasi kelompok, bukan untuk audit lokal atau penilaian pajak.

Tantangan apa yang dihadapi perusahaan asing ketika mengkonversi IFRS ke SAK?

Tantangan umum yang dihadapi mencakup perbedaan pengakuan pendapatan, metode penilaian aset, peraturan akuntansi persediaan, dan penyesuaian translasi mata uang asing yang diwajibkan berdasarkan PSAK.

Bagaimana cara perusahaan menyederhanakan kepatuhan SAK dan PSAK di Indonesia?

Bisnis dapat menggunakan model pelaporan yang mengutamakan SAK dan direkonsiliasi IFRS, didukung oleh layanan akuntansi profesional untuk memastikan pembukuan yang akurat, kepatuhan lokal, dan konsolidasi IFRS yang lancar.

Pos Penjelasan SAK vs IFRS untuk Bisnis Asing di Indonesia muncul pertama kali di InCorp Indonesia.


Previous Article

Iklan ChatGPT hadir dengan harga premium — dan data terbatas

Next Article

DOT Berencana Menggunakan AI Google Gemini Untuk Menulis Peraturan - Slashdot

Write a Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to our Newsletter

Subscribe to our email newsletter to get the latest posts delivered right to your email.
Pure inspiration, zero spam ✨