789BNi
Aplikasi Game Terbesar di Indonesia
DOWNLOAD APP

Sound Horeg Candu atau Cuma Ganggu? #reviewjujur – Musicoloid News

Sound Horeg Candu atau Cuma Ganggu? #reviewjujur – Musicoloid News


Kalo kamu sering scroll sosial media, seperti tiktok, instagram, pasti tidak asing dengan istilah sound horeg kan? Yap, remix musik dengan dentuman bass super kencang, efek suara heboh, dan sensasi yang bikin jantung ikut bergetar.

Awalnya, hanya menjadi sebuah hiburan di kalangan penggemar modifikasi audio dan sound system. Tetapi sekarang, sound horeg sudah menjadi fenomena yang viral banget di media sosial.

Masalahnya, trend ini membuat netizen terbelah menjadi dua kubu, Ada yang bilang “seru banget, bikin semangat” tapi ada juga yang nyeletuk “aduh, berisik banget sih!”

Dentuman bass yang bikin ketagihan, tidak bisa dipungkiri. Sound horeg punya daya tarik tersendiri, membuat sebagian penikmat lagu-lagu  remix ini berjoget. Sensasi ini yang membuat sebagian orang merasa ketagihan. Rasanya kaya dopamine rush versie audio.

Tapi, bisa mengganggu juga. Di sisi lain, tidak semua orang dapat menikmati suara jedag jedug yang intens ini. Apalagi kalau diputar di tempat umum, volume maksimal, seperti acara karnaval tanpa konteks yang jelas. Rasanya seperti diserang gelombang suara dari segala arah.

Fenomena sound horeg ini sebenarnya menarik banget, apalagi dilihat dari sisi budaya digital. Hal ini menunjukan, bagaimana trend audio bisa menyebar secepeat itu di dunia maya. Tetapi juga memunculkan pertanyaan tentang “etika mendengarkan”.

Seberapa jauh sih, batas antara ekspresi diri dan kenyamanan orang lain? Musik memang soal selera, tetapi apabila sudah masuk ke ruang publik harus tetap ada batasan seperti, aturan sosial, etika, dan hukum yang memepertimbangkan kenyamanan dan hak orang lain.

Sound horeg itu seperti kopi hitam, untuk sebagian orang “nikmat banget” tetapi untuk yang lain bisa buat deg degan dan tidak nyaman. Semua itu tergantung selera dan konteks.

Yang jelas, trend ini menjadi pengingat bahwa dunia audio bukan hanya soal musik. Tetapi juga tentang inetraksi sosial dan empati digital. Terkadang, yang membuat ramai itu  bukan cuma suara bassnya, tetapi juga cara kita menanggapinya.
Penulis oleh:
Serlinda Triana
serlindatriana29@gmail.com

The post Sound Horeg Candu atau Cuma Ganggu? #reviewjujur appeared first on Musicoloid News.


Previous Article

Kelompok Advokasi Mendesak Orang Tua Untuk Menghindari Mainan AI Pada Musim Liburan Ini - Slashdot

Next Article

Blue Origin memperbesar roket New Glenn untuk mengirim muatan yang lebih berat ke orbit Bumi dan sekitarnya

Write a Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe to our Newsletter

Subscribe to our email newsletter to get the latest posts delivered right to your email.
Pure inspiration, zero spam ✨