Online24, Maros – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menghadiri kegiatan Panen Raya dan Launching Penyerapan Gabah di Kelurahan Toroada, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani. Dalam acara tersebut, pemerintah bersama Perum Bulog mulai memperkuat program penyerapan gabah langsung dari petani.
Zulkifli Hasan hadir didampingi Bupati Maros AS Chaidir Syam serta Bupati Gowa Husniah Talenrang.
Zulhas: Harga gabah kini sudah sesuai standar berkat regulasi
Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak mulai dari TNI-Polri, pemerintah daerah, penyuluh pertanian hingga petani dalam menjaga produksi dan harga gabah.
Ia menilai pengawalan aparat di lapangan membuat tengkulak tidak lagi leluasa menekan harga petani.
“Kalau tidak dibantu TNI, kemarin saat pembelian gabah para tengkulak masih menekan harga. Setelah TNI turun, Dandim dan Babinsa turun, alhamdulillah harga gabah sudah sesuai standar,” ujar Zulkifli Hasan.
Ia menegaskan Babinsa akan menjadi ujung tombak pengawalan penyerapan gabah di desa, termasuk melalui koperasi desa agar gabah petani tidak lagi dikuasai tengkulak.
Bulog Didorong Serap Gabah Lebih Maksimal
Pemerintah pusat juga mendorong penguatan peran Bulog dalam menyerap gabah petani untuk memperkuat stok nasional sekaligus menjamin harga tetap stabil.
Menurut Zulhas, langkah tersebut merupakan strategi penting menuju swasembada pangan.
Pada tahun lalu Indonesia mencatat surplus sekitar 1,5 juta ton gabah setara beras. Tahun 2026, pemerintah menargetkan surplus meningkat hingga 4 juta ton.
“Kalau target itu tercapai, kita bukan hanya tidak impor, tapi juga berpeluang ekspor beras. Swasembada pangan adalah kedaulatan dan kehormatan bangsa,” tegasnya.
Produksi Padi Maros 2025 Capai 309 Ribu Ton
Sementara itu, Bupati Maros AS Chaidir Syam menyebut sektor pertanian di Maros terus menunjukkan peningkatan signifikan.
Sepanjang 2025, produksi padi di Kabupaten Maros mencapai 309.654 ton, dengan luas tanam 50.381 hektare dan luas panen 48.324 hektare.
“Produksi padi kita di Maros sepanjang 2025 mencapai 309 ribu ton lebih. Ini menjadi kekuatan besar untuk mendukung target swasembada pangan nasional,” kata Chaidir Syam saat ditemui detikSulsel.
Panen Raya Toroada Capai 28,6 Hektare
Untuk lokasi panen raya di Kelurahan Toroada, luas lahan yang dipanen mencapai 28,6 hektare, dengan total hamparan 104,3 hektare.
Saat ini wilayah tersebut berada pada indeks pertanaman IP 200 atau dua kali panen dalam setahun.
“Di Maros sudah ada wilayah yang mencapai IP 300 atau tiga kali panen, seperti di Kecamatan Bantimurung dan Simbang, serta sebagian di Lau,” jelas Chaidir.
Target Tambah Tanam 61 Ribu Hektare di 2026
Chaidir menambahkan Kecamatan Turikale masih berada pada IP 200, namun beberapa wilayah lain ditarget meningkat menjadi IP 300 pada 2026, termasuk Tompobulu seiring beroperasinya bendungan baru.
Pemkab Maros juga menargetkan luas tambah tanam tahun 2026 sebesar 61.000 hektare.
“Kami optimistis dengan dukungan bendungan baru dan program penyerapan gabah bersama Bulog, petani semakin sejahtera dan produksi terus meningkat,” pungkasnya.
The post Zulhas Launching Penyerapan Gabah di Maros, Bulog Turun Langsung ke Petani first appeared on Online24jam.